Temuan Surat 'Calon Pengantin' Bom Bunuh Diri di Jatiluhuhur

Yuliawati, CNN Indonesia | Minggu, 25/12/2016 20:10 WIB
Temuan Surat 'Calon Pengantin' Bom Bunuh Diri di Jatiluhuhur Ilustrasi penggerebekan teroris. (AFP PHOTO / Demy SANJAYA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menemukan surat yang menyatakan terduga teroris bersedia menjadi ‘calon pengantin’ atau pelaku bom bunuh diri dalam aksi penggerebekan empat terduga teroris di wilayah Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu.

"Ada beberapa barang bukti yang kami peroleh. Ada golok dan surat terkait 'amaliah' bersedia untuk menjadi 'pengantin'," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan di Purwakarta, Minggu (25/12).  

Surat pernyataan kesediaan menjadi calon pengantin ditulis dalam secarik kertas bertuliskan tangan. Berikut petikan surat calon pengantin seperti dilaporkan detikcom:


“Wahai kalian bala tentara Thogut sesungguhnya hari in dan seterusnya akan menjadi hari-hari yang dipenuhi ketakutan dan hari yang kelam bagi kalian.

Kami akan mendatangi kalian di mana saja kalian berada, kami akan mengintai pos-pos kalian, rumah-rumah kalian, baik itu di tempat keramaian atau sepi, siang atau malam.

Kami akan jadikan sisa-sisa umur kalian di ujung pisau-pisau kami jikalau engkau tidak bertaubat dari kekafiran dan kedzaliman kalian dari pada kaum Muslimin.”

Surat yang dibuat itu mengatasnamakan Junud Khilafah Islamiyah Nusantara

Selain menemukan surat pernyataan dari terduga teroris, polisi menemukan sejumlah barang bukti di antaranya golok, buku-buku agama, cutter, sepatu, dan dompet.

Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri menggerebek empat orang terduga teroris di wilayah Ubrug, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (25/12), siang.
Penggerebekan itu berawal dari penangkapan dua terduga teroris yang bernama Rijal dan Ivan di Kampung Ubrug, Desa Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, sekitar pukul 09.00 WIB.

Dari keterangan Rijal dan Ivan kemudian polisi bergerak menggerebek keramba di Waduk Jatiluhur sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam penggerebekan di Waduk Jatiluhur, terduga teroris melakukan perlawanan dan tim Densus menembak mati Abu Sofi dan Abu Fais.