Doa bersama ini diadakan untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemuka agama Budha, Canda Karo Maha Thera mendapat kesempatan pertama untuk memimpin doa bersama. Kemudian dilanjutkan oleh I Made Wiranadi yang mewakili agama Hindu, Pendeta Ari Sekeon mewakili Kristen, Bruder Willy Lengary mewakili Katholik dan Nasrudin L. Midu yang mewakili agama Islam.
Seperti diberitakan Antara, selain berharap agar keutuhan NKRI tetap terjaga, ratusan umat lintas agama peserta doa bersama juga memohon agar Tuhan memberikan kekutan dalam melawan cobaan yang dihadapi bangsa Indonesia akhir-akhir ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengapresiasi acara doa bersama ini. "Selama lima tahun saya menjabat gubernur, baru kali ini ada doa bersama dilakukan menjelang pergantian tahun," kata Longki.
Selain ancaman dari dalam, dari luar, Indonesia juga dihadapkan dengan kekuatan poros dunia yang kuat yang terus berupaya menanamkan pengaruhnya.
"Karena itu Indonesia harus kuat, mampu berdiri tegak di tengah badai," katanya. (sur/yul)