Enam Ribu Personel Gabungan Bersihkan Lumpur Pascabanjir Bima

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 29/12/2016 13:54 WIB
Enam Ribu Personel Gabungan Bersihkan Lumpur Pascabanjir Bima Kapusdatin dan Human BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, 6.500 personel gabungan dikerahkan untuk membersihkan lumpur pascabanjir Bima, NTB. (ANTARA FOTO/OJT/Darwin Fatir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, 6.500 personel gabungan dari TNI, Polri, relawan dan masyarakat dikerahkan untuk membersihkan lumpur pascabanjir di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

"Pembersihan lumpur dan lingkungan terus dilakukan. Dikerahkan hampir 6500 personel gabungan untuk membersihkan material-material lumpur," kata Sutopo di Ruang Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB, Jakarta, Kamis (29/12).

Hujan deras turun pada Rabu (21/12) menyebabkan banjir setinggi satu hingga dua meter dan merendam ribuan rumah di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Sumbawa. Layanan listrik dan saluran komunikasi juga lumpuh sesaat akibat peristiwa tersebut.


Hujan pun kembali terjadi pada Jumat (23/12) dan banjir mengepung sejumlah daerah di Bima. Kedua banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Menurut Sutopo, BNPB mencatat kerugian sementara akibat banjir di Bima mencapai Rp1,4 triliun. Sedangkan untuk kerusakan rumah, sebanyak 203 unit rumah hanyut, 652 unit rumah rusak berat atau roboh, 742 unit rusak sedang, dan rusak ringan atau terendam sebanyak 18.294 unit.

Sutopo menyampaikan, Kepala BNPB, Willem Rampangilei, saat ini berada di Bima untuk memimpin langsung penanganan tanggap darurat. Ia menambahkan, Walikota Bima telah menetapkan masa tanggap darurat selama dua pekan sampai dengan 4 Januari 2017.

"Apakah nanti diperpanjang atau tidak disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan," pungkasnya.

Hujan deras yang terjadi di Bima karena adanya siklon tropis Yvette di Samudera Hindia sekitar 590 kilometer sebelah selatan Denpasar dengan arah dan kecepatan gerak Timur Laut dan kekuatan 85 kilometer/jam (45 knot).

Siklon tersebut menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Selain hujan deras banjir di Bima juga disebabkan oleh kondisi wilayah yang berada pada topografi cekungan. (rel/obs)