Said mengatakan, pekerja asing bisa menjadi ancaman baru jika mereka berjumlah besar dan mengambil porsi pekerjaan yang bisa dilakukan warga Indonesia.
Kalau jumlahnya sedikit dan hanya untuk pekerjaan khusus, menurut Said bisa dimaklumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Said mengaku telah meminta pemerintah untuk mengawasi dan membuktikan isu keberadaan jutaan TKA. Pemerintah menurutnya harus bisa mengontrol keberadaan TKA di Indonesia.
"Harus ditinjau ulang kebijakan bebas visa itu," katanya.
Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menepis tudingan ada jutaan pekerja asal China di Indonesia. Ia meminta masyarakat tak percaya pada kabar soal banjirnya TKA, terutama dari China.
"Jangan ada yang percaya fitnah, tenaga kerja dan investasi yang dibilang sebagai ancaman, kebanjiran tenaga kerja," kata Jokowi saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Lahendong di Tampaso, di Minahasa.
Jokowi mengatakan memang ada pekerja China di Indonesia. Namun jumlahnya tidak mencapai puluhan juta seperti yang sering disebutkan selama ini.
Menurut Jokowi, para pekerja asing membantu mempersiapkan, setting awal, sekaligus menrasfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja lokal.
"Setelah itu mereka pulang, karena mereka juga lebih senang bekerja di negara sendiri," kata Jokowi.
Para pekerja asing itu menurutnya lebih senang bekerja di negara sendiri. Selain gaji lebih tinggi, mereka juga bisa dekat dengan keluarga.