Banjir Kembali Rendam Kabupaten Bima, Satu Orang Tewas

Raja Eben Lumbanrau, CNN Indonesia | Selasa, 03/01/2017 01:12 WIB
Banjir Kembali Rendam Kabupaten Bima, Satu Orang Tewas Banjir di Bima, NTB, salah satunya, karena sungai telah rusak. (ANTARA FOTO/ Humas Pemprov NTB)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir yang disebabkan oleh hujan deras kembali merendam sebagian wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Banjir melanda Kecamatan Sape dan Wawo di Kabupaten Bima pada Senin (2/1/2017) pukul 17.55 Wita.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, banjir yang terjadi tidak sebesar banjir pada Rabu (21/12) tahun lalu.

"Namun, banjir menyebabkan satu korban meninggal dunia atas nama Siti Asfah (40) warga desa Tarlawi yang terseret arus di sungai ketika pulang dari ladang," kata Sutopo dalam keterangan persnya, Selasa (3/1).


Lanjut Topo, selain hujan deras, banjir disebabkan kondisi sungai yang dangkal akibat sedimentasi dan kritisnya daerah aliran sungai. Selain itu, kurangnya kawasan resapan air dan kondisi tanah yang jenuh air menyebabkan daerah Bima rentan terhadap banjir.

Di Desa Nae dan Desa Sangiang, Kecamatan Sape, air naik sampai ke permukaan sungai, namun tidak masuk ke permukiman warga. Lalu, di Desa Parangina, Kecamatan Sape, air meluap hingga ke sawah dan tidak masuk ke permukiman warga.

"Di desa Gusu, Bugis, Kecamatan Sape, air meluap hingga ke permukiman warga setinggi lutut, namun air sudah mulai surut (data pukul 20.00 Wita)," kata Sutopo.

Menurut Sutopo, BPBD Bima bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, dan relawan telah melakukan penanganan darurat. Bantuan logistik pun disiapkan untuk diberikan kepada masyarakat yang terdampak.

Banjir di Wilayah Lain

Di tempat terpisah, banjir juga melanda 52 desa di delapan kecamatan, Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh pada Senin (2/1) pukul 14.00 WIB. Menurut Sutopo, ribuan rumah terendam banjir setinggi 30 hingga 100 sentimeter.

Daerah yang terlanda banjir adalah delapan desa di Kecamatan Indra Makmur, satu desa di Kecamatan Banda Alam, enam desa di Kecamatan Idi Timur, tujuh desa di Kecamatan Ranto Peureulak, 19 desa di Kecamatan Julok, satu desa di Kecamatan Peudawa, tiga desa di Kecamatan Idi Tunong, dan tujuh desa di Kecamatan Nurussalam.

"Data sementara dilaporkan terdapat dua unit rumah hanyut, 13 unit rumah rusak berat, 8 unit rumah rusak sedang dan 1 unit jembatan rusak berat. BPBD Kab. Aceh Timur masih melakukan pendataan. Banjir mulai surut. Pengungsi yang bertempat di tempat saudara terdekat sudah mulai kembali ke rumah masing-masing," kata Sutopo

Banjir juga terjadi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Banjir terjadi sejak Minggu (1/1) siang hari dan kini perlahan mulai surut. Empat desa yang terkena banjir adalah Desa Ambit, Desa Ciuyah, Desa Mekarsari dan Desa Gangsri di Kecamatan Walet, Kabupaten Cirebon.

"Banjir disebabkan meluapnya Sungai Ciberes sehingga terjadi banjir hingga ketinggian 2 meter. Sebanyak 765 KK atau 2.870 jiwa terdampak langsung dari banjir. 200 jiwa mengungsi. Banjir mulai surut sejak Selasa pagi. Hanya menyisakan lumpur dan sampah. Masyarakat kembali ke rumahnya untuk membersihkan lingkungannya," katanya.

Sutopo mengatakan, cura hujan diprediksi akan tinggi selama Januari hingga Maret 2017. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada. (rel/rel)