Rekor Baru, Indonesia Dilanda 2.342 Bencana Sepanjang 2016

Elise Dwi Ratnasari, Raja Eben Lumbanrau, CNN Indonesia | Kamis, 29/12/2016 14:53 WIB
Rekor Baru, Indonesia Dilanda 2.342 Bencana Sepanjang 2016 Dari 2.342 kejadian bencana di tahun 2016, sekitar 92 persen adalah bencana hidrometeorologi yang didominasi oleh banjir, longsor dan puting beliung. (CNN Indonesia/Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, sepanjang tahun 2016 terdapat 2.342 kejadian bencana menyerang Indonesia. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, jumlah tersebut merupakan rekor baru.

"Tertinggi dalam pencatatan kejadian bencana sejak tahun 2002. Sebagai perbandingan pada tahun 2016 (2.342 bencana), 2015 (1.732 bencana), 2014 (1.967 bencana), 2013 (1.674 bencana), 2012 (1.811). Dibandingkan dengan kejadian bencana tahun 2015 terjadi peningkatan 35 persen," kata Sutopo dalam keterangan tertulis, Kamis (29/12).

Menurut Sutopo, dari 2.342 bencana tersebut, sekitar 92 persen adalah bencana hidrometeorologi yang didominasi oleh banjir, longsor dan puting beliung.


"Selama 2016 terjadi 766 bencana banjir, 612 longsor, 669 puting beliung, 74 kombinasi banjir dan longsor, 178 kebakaran hutan dan lahan, 13 gempa, 7 erupsi gunung meletus, dan 23 gelombang pasang dan abrasi," katanya.

Dampak yang ditimbulkan bencana itu yaitu, 522 orang meninggal dunia dan hilang; 3,05 juta jiwa mengungsi dan menderita; 69.287 unit rumah rusak dimana 9.171 rusak berat, 13.077 rusak sedang, 47.039 rusak ringan; dan 2.311 unit fasilitas umum rusak.

"Dibandingkan dengan tahun 2015, kejadian banjir meningkat 52 persen, longsor 19 persen, putting beliung 15 persen dan kombinasi antara banjir dan longsor meningkat 139 persen," katanya.

Menurut Sutopo, selain bencana hidrometeorologi, Indonesia juga dilanda bencana geologi. Selama tahun 2016 terjadi 5.578 gempa bumi atau rata-rata 460 gempa setiap bulan, dan 12 gempa diantaranya merusak.

"Gempa paling merusak adalah gempa Pidie Jaya yang menyebabkan 103 jiwa meninggal dunia, 267 jiwa luka berat, 127 jiwa luka berat, 91.267 jiwa mengungsi, 2.357 rumah rusak berat, 5.291 rumah rusak sedang, 4.184 rumah rusak ringan dan kerusakan lainnya," katanya.

Sepanjang 2016, Indonesia juga dilanda bencana letusan gunung api. Berdasarkan data BNPB, hingga saat ini terapat 16 gunung api aktif dari 127 gunung api yang statusnya di atas normal.

"Satu status Awas (level 4) dan 15 status Waspada (level 2). Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara terus meletus dam status Awas. Saat ini masih ada warga 9.319 jiwa dari 9 desa di sekitar Gunung Sinabung yang mengungsi. Selain itu juga ada 4.967 jiwa warga dari 4 desa yang dalam persiapan relokasi mandiri," katanya. (obs)