Kemsos Siap Dampingi Anak-Anak Korban KM Zahro Express

Raja Eben Lumbanrau, CNN Indonesia | Selasa, 03/01/2017 04:06 WIB
Kemsos Siap Dampingi Anak-Anak Korban KM Zahro Express Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam terkait terbakarnya kapal wisata Zahro Express. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Sosial akan mendampingi anak-anak yang menjadi korban dari terbakarnya kapal wisata Zahro Express di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (1/1) pagi lalu.

"Bagi korban anak-anak kebakaran kapal Zahro, jika diperlukan pendampingan tim rehabilitasi sosial anak dapat menghubungi Pelayanan Sosial Anak (TEPSA) Kementerian Sosial ke nomor 1500771, sehingga nanti akan ada pekerja sosial anak dari Kementerian Sosial yang akan mendatangi korban," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan persnya, Selasa (3/1).

KM Zahro Express tujuan Pulau Tidung, terbakar di tengah laut, di sekitar Pulau Bidadari atau jarak satu mil dari Pelabuhan Muara Angke pada Minggu (1/1) pagi. Kapal tersebut mengangkut 184 penumpang.


Para penumpang di kapal tersebut merupakan wisatawan yang hendak menghabiskan masa liburan awal tahun 2017 dengan berekreasi ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini korban kebakaran kapal Zahro sebanyak 23 orang tewas dan 17 orang mengalami luka-luka. Sedangkan 17 orang lainnya masih belum ditemukan.

Dalam daftar korban luka-luka, ada sekitar 7 anak-anak yang dirawat di beberapa rumah sakit di Jakarta. Sehingga Khofifah memandang bahwa korban anak-anak perlu ada penanganan secara khusus, bukan hanya lukanya yang perlu diobati, namun perasaannya perlu juga dipulihkan agar tidak menjadi trauma yang berkepanjangan.

Khofifah juga menyampaikan duka cita mendalam terkait insiden terbakarnya. Ia mendoakan keluarga korban tegar dan diberi ketabahan.

"Saya turut berdukacita atas musibah KM Zahro Express dan semoga keluarga yang ditinggal diberi ketabahan dan keikhlasan menghadapinya," kata Mensos.

Mensos berharap proses pencarian korban hilang berjalan dengan lancar dan seluruh korban yang dinyatakan hilang bisa segera ditemukan. (rel/rel)