Puting Beliung Terjang Sleman dan Jember, 2 Orang Tewas

Elise Dwi Ratnasari , CNN Indonesia | Jumat, 06/01/2017 01:30 WIB
Puting Beliung Terjang Sleman dan Jember, 2 Orang Tewas Ilustrasi rumah hancur akibat puting beliung. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hujan deras yang disertai puting beliung menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta, pada Kamis (5/1/2016) sekitar pukul 14.00 WIB. Akibat bencana tersebut, dua orang meninggal dan 292 rumah rusak.

Menurut Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, sebanyak 267 rumah rusak dan banyak pohon tumbang di Kecamatan Pakusari dan Sumbersari, Kabupaten Jember.

"Data sementara berdasarkan laporan BPBD Jember, satu orang meninggal, 10 orang luka-luka dan 267 rumah rusak," kata Sutopo dalam keterangan persnya, Jumat (6/1).


Kerusakan rumah terbanyak terdapat di Kecamatan Pakusari. Di Kecamatan Pakusari terdapat empat desa terdampak puting beliung, yakni Desa Pakusari, Desa Jatian, Desa Subo dan Desa Sumberpinang.

Sedangkan satu orang yang dilaporkan meninggal bernama Musia (60), warga dusun Gempal, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari. Korban sudah dibawa ke puskesmas terdekat.

Sutopo mengatakan BPBD Jember masih melakukan pendataan dan penanganan darurat. "BPBD melakukan evakuasi pohon tumbang, evakuasi korban meninggal, dan memberi bantuan," katanya.

Di Yogyakarta, BNPB mencatat Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang paling terdampak bencana. Wilayah Kabupaten Sleman yang terdampak meliputi Cebongan, Tempel, margomulyo, Ngemplaksari, dan Kecamatan Seyegan.

Puting beliung di Sleman mengakibatkan satu orang meninggal, 25 rumah rusak, 37 pohon tumbang dan kerusakan sejumlah fasilitas umum. Satu orang yang meninggal bernama Suwandi (65), warga Moyudan, Sleman. Suwandi meninggal akibat tertimpa bangunan gazebo saat ia berteduh di area persawahan Klepu, Sleman.

Sutopo mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman bersama TRC BPBD DIY, polsek, koramil bersama sejumlah pihak dan masyarakat melakukan penanganan dampak bencana. Posko telah didirikan di Balai Desa Sumberadi, Mlati, Sleman.

"Untuk wilayah kota, Bantul, Kulonprogo dan Gunung Kidul langsung ditangani dari BPBD setempat," tambahnya. (rel/rel)