Massa BEM Seluruh Indonesia Tolak Bubarkan Diri

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Kamis, 12/01/2017 19:30 WIB
Massa BEM Seluruh Indonesia Tolak Bubarkan Diri Aliansi BEM seluruh Indonesia berunjuk rasa menuntut dibatalkannya kenaikan harga BBM, tarif dasar listrik dan PNBP di kawasan Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/1). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia menyatakan akan tetap bertahan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, hingga semua tuntutannya diterima oleh Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, massa tetap membentuk barisan mendekati barikade Kepolisian hingga pukul 18.50 WIB. Massa tidak mengindahkan imbauan Kepolisian yang meminta agas aksi segera dibubarkan pada pukul 18.00 WIB.

Koordinator aksi, Bagus Tito menyampaikan, massa akan bertahan hingga Jokowi memenuhi tuntutannya untuk mencabut PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang tarif baru PNPB Polri, membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mencabut kebijakan kenaikan tarif listrik kategori 900 VA.


"Kami akan bertahan. Ini merupakan reformasi," ujarnya di atas mobil pengeras suara di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (12/1).

Di sisi lain, Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Dwiyono mendesak massa untuk membubarkan diri karena telah melebihi batas waktu. Ia juga mengancam Bagus, serta dua rekannya yang berada di atas mobil orasi untuk tidak memprovokasi massa.

"Kalian koodinator yang akan beranggung jawab. Kami harap adik-adik membubarkan diri," ujar Dwiyono melalui pengeras suara.

Berdasarkan pantauan, saat ini massa tengah menjalankan salat maghrib berjamaan di Jalan Medan Merdeka Utara. Sebagian lain terlihat tetap berada dibarisan dan bersiap melanjutkan aksi.

Sebelumnya, massa sempat membakar keranda mayat sebagai simbol atas korban kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

Di sisi lain, kepolisian anti huru hara terlihat telah membentuk barikade untuk membubarkan massa. Dua mobil water canon juga telah ditempatkan tepat di depan massa.

Empat Kesepakatan

Kantor Staf Presiden menyatakan telah menerima sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh massa BEM itu. Deputi V Bidang Politik KSP Eko Sulistyo mengatakan, aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan massa diterima langsung oleh Kepala KSP Teten Masduki di dalam komplek Istana Negara.

“Tiga perwakilan telah diterima oleh Kepala KSP. Ada dialog dan kesepakatan,” ujar Eko di atas mobil orasi milik massa BEM.

Eko menyampaikan, ada empat poin kesepakatan dari hasil pertemuan antara pemerintah dan perwakilan massa. Keempat poin itu dituangkan di dalam sebuah kertas yang ditandatangani oleh kedua pihak.

Empat poin yang disepakati dalam pertemuan itu, yaitu pertama, pemerintah menjamin tidak akan ada kelangkaan bahan bakar minyak di seluruh daerah.

Kedua, pemerintah berjanji dampak kenaikan bbm non subsidi tidak akan berdampak pada kenaikan bahan pokok. Ketiga, pemerintah menjamin kenaikan tarif dasar listrik untuk kepentingan rakyat.

Terakhir, kenaikan Pendapatan Negara Bukan Pajak Polri dilakukan untuk meningkatkan pelayanan publik Kepolisian.