Peneliti Centre for Strategic and International Studies Evan Laksmana menyebut keterbukaan kebijakan mutasi merupakan solusi atas stagnasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penelitiannya, Evan menemukan kemandekan (lock jam) promosi di kalangan perwira tinggi TNI, terutama dari pangkat kolonel menuju bintang satu atau setara brigadir jenderal, laksamana pertama atau marsekal pertama.
Evan mengatakan, persentase mutasi vertikal atau kenaikan pangkat pada 2005 sampai 2015 hanya 34 persen. Separuh lebih mutasi yang diputuskan markas besar angkatan merupakan mutasi horisontal.
Dosen Universitas Pertahanan Kusnanto Anggoro menuturkan, mutasi horisontal merupakan syarat yang harus dipenuhi perwira TNI untuk mendapatkan kenaikan pangkat.
Kusnanto berkata, pada era pemerintahan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono mutasi horisontal lebih sering terjadi dibandingkan era sebelumnya.
"Kecenderungan di pemerintahan SBY, banyak horisontal, itu untuk memenuhi kualifikasi formal, jadi tidak bisa dipisahkan," katanya.