FPI-GMBI Bentrok di Mapolda Jabar, Satu Orang Dipukul Kayu

Anugerah Perkasa, CNN Indonesia | Kamis, 12/01/2017 19:46 WIB
FPI-GMBI Bentrok di Mapolda Jabar, Satu Orang Dipukul Kayu Berdasarkan keterangan polisi, satu orang anggota organisasi masyarakat Sunda mengalami luka di tangan terkena pukulan kayu dari anggota FPI. (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bentrok terjadi antara Front Pembela Islam (FPI) dengan organisasi masyarakat Sunda, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) pada hari ini terkait dengan pemeriksaan pemimpin FPI Rizieq Shihab.

Satu orang GMBI diketahui mengalami luka di tangan terkena pukulan kayu dari anggota FPI. Terkait dengan hal itu, massa GMBI kemudian merusak mobil milik FPI yang diparkir di dekat dengan massa GMBI.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus mengatakan satu anggota organisasi Sunda itu terkena pukulan kayu di tangan hingga berdarah dalam aksi pada hari ini. Dia menuturkan GMBI sudah melaporkan hal itu ke kepolisian.


“Ada laporan dari masyarakat terkait dengan pemukulan itu ke Polda, dan kami masih mendalami laporan itu,” kata Yusri ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (12/1).

Selain itu, dia menuturkan terdapat kerusakan satu unit mobil milik FPI dalam aksi tersebut. Walaupun demikian, dia mengatakan, suasana di lapangan sudah kembali kondusif.

FPI Belum Lapor

Ketika ditanya terkait dengan dugaan perusakan mobil, Yusri menuturkan sejauh ini belum ada laporan dari pihak FPI. Dia menuturkan pihaknya akan mendalami masalah tersebut.

Diketahui, massa FPI berkumpul di depan Markas Polda Jabar, Jalan Sukarno Hatta, Bandung. Mereka datang untuk mendukung pemimpin FPI, Rizieq Shihab yang hari ini diperiksa terkait kasus penodaan dasar negara Pancasila.

Massa FPI yang mayoritas berpakaian putih sebelumnya menempati posisi di sebelah kiri Polda Jabar. Sementara bagian sebaliknya ditempati massa yang kontra terhadap Rizieq. Mereka mengatasnamakan Masyarakat Sunda.

Diketahui, Rizieq diperiksa dalam kasus dugaan tindak pidana penodaan terhadap Pancasila. Kamis pekan lalu, Rizieq yang berstatus terlapor dalam perkara ini mangkir dari panggilan pertama.

Kasus yang dituduhkan kepada Rizieq bermula dari laporan Sukmawati Soekarnoputri. Putri Presiden pertama Soekarno itu menuding Rizieq melontarkan kata-kata yang tidak pantas terkait Pancasila.

Sukmawati mengadukan Rizieq ke Bareskrim Polri, 27 Oktober 2016. Aduan itu diterima dalam surat bernomor LP/1077/X/2016/Bareskrim.