Kapolda Jabar Sebut Tuntutan Pencopotan Dirinya Berlebihan

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 16/01/2017 13:44 WIB
Kapolda Jabar Sebut Tuntutan Pencopotan Dirinya Berlebihan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan tak mempermasalahkan aksi massa Front Pembela Islam (FPI) hari ini yang menuntut pencopotan dirinya. Saat ini massa FPI sedang berdemo di Mabes Polri yang dipimpin oleh Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

"Itu kan hanya ketakutan dari Saudara Rizieq saja. Kenapa mesti begitu? Ada hukum. Kalau menurut saya aksi itu lebay (berlebihan)," kata Anton di Cilangkap, Senin (16/1).

FPI menuntut pencopotan Anton terkait kerusuhan antara kelompoknya dengan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Sekretaris Jenderal Dewan Syuro DPD FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin menuding Kapolda Jabar telah memprovokasi GMBI untuk menyerang anggota ormasnya.
Ia menyebut status Anton sebagai anggota dewan pembina GMBI merupakan dasar sikap Anton tersebut. Anton tak menanggapi tudingan FPI tersebut. Ia hanya mengimbau, FPI dapat melakukan aksi sesuai prosedur.


"Iya enggak apa-apa. Itu haknya demo. Enggak perlu jadi masalah," tutur mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.

Kerusuhan yang menimbulkan pembakaran kantor GMBI terkait insiden pada Kamis pekan lalu. Pada saat itu Rizieq Shihab diperiksa di Mapolda Jawa Barat dalam kasus dugaan tindak pidana penodaan terhadap lambang dan dasar negara.

Di luar gedung, terdapat massa FPI dan massa tujuh ormas yang salah satunya adalah GMBI. Massa FPI hadir untuk mengawal Rizieq, sedangkan massa tujuh ormas datang untuk menuntut polisi mengusut tuntas dugaan pidana Rizieq.
Kemudian, menurut Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Yusri Yunus, muncul berita bohong yang mengatakan anggota FPI ditusuk dan diculik massa GMBI.

Berita itu menyebabkan, sekitar 150 orang diduga FPI membakar kantor GMBI di Bogor. Polisi menangkap 20 terduga pelaku peristiwa itu dan 12 orang dinyatakan sebagai tersangka pelaku pembakaran dan kekerasan.

[Gambas:Video CNN]