Kuasa Hukum Ahok Laporkan Kesaksian Novel di Pengadilan

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Senin, 16/01/2017 21:26 WIB
Kuasa Hukum Ahok Laporkan Kesaksian Novel di Pengadilan Suasana sidang Ahok. (CNN Indonesia/Hendra A Setyawan/POOL)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kuasa hukum calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama, Rollas Sitinjak, melaporkan Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, Novel Chaidir Hasan.

Laporan ke Polda Metro Jaya terkait kesaksian Novel dalam sidang kasus penodaan agama pada Selasa (3/1) lalu. Laporan itu diterima dengan nomor LP/257/1/2017/Ditreskrimum tanggal 16 Januari 2017.

"Pada fakta persidangan, Novel mengatakan, Ahok telah merekayasa kasusnya dia (Novel) sehingga masuk penjara dan juga Habib Novel mengatakan Ahok telah membunuh dua anak buah (Novel) di dalam penjara," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/1) malam.
Rollas mengatakan, Novel dijerat dengan Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP atas pencemaran nama baik. Selain itu, pasal 316 KUHP dan atau Pasal 242 KUHP atas memberikan keterangan palsu di bawah sumpah.


Di persidangan Novel mengungkapkan mengenai pengalamannya menjadi kordinator aksi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta tahun 2014. Aksi yang berakhir rusuh itu membuatnya Novel dan dua pedemo lainnya masuk penjara.

Rollas mengatakan baik Ahok dan kuasa hukumnya tidak terkait dengan penahanan Novel dan anak buahnya. Penahanan itu, kata dia, ditangani pihak aparat hukum.

Dia mengatakan Ahok dan tim kuasa hukum mengetahui nasib dua pedemo yang tewas di penjara dari kesaksian Novel di persidangan.

"Itu kan terkait aksi demo menolak Pak Ahok saat menjabat sebagai Gubernur, setelah diproses oleh polisi ternyata ada yang ditahan. Kami pun tidak tahu (ada yang meninggal), dan itu juga sudah berbeda dengan perkara yang disidangkan," tuturnya.

Rollas mengatakan, pelaporan itu telah mendapat persetujuan dari Ahok, meski pada awalnya petahana tidak berniat melaporkan Novel.
"Kami mendapat kuasa dari Pak Ahok. Menurut klien kami, fitnahnya sudah keterlaluan jadi supaya dibuktikan saja, bicara hukum pembuktiannya sudah jelas, jadi kami serahkan ke hukum," tuturnya.

Selain Novel, Rollas mengatakan, masih ada 12 saksi lainnya yang akan dilaporkan oleh oleh kuasa hukum Ahok lantaran dianggap memberikan kesaksian palsu soal kejadian di Pulau Seribu.