Cegah Kebakaran Hutan Riau, APP Sinar Mas Sewa 3 Super Puma

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Kamis, 26/01/2017 15:30 WIB
Cegah Kebakaran Hutan Riau, APP Sinar Mas Sewa 3 Super Puma Helikopter Super Puma yang disewa Sinar Mas Forestry di Riau untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan 2017. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Riau, CNN Indonesia -- Perusahaan kertas Asia Pulp & Paper (APP) milik grup Sinar Mas menambah kekuatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Perawang, Kabupaten Siak, Riau. Salah satu direktur Sinarmas Forestry Riau, Edie Haris, mengatakan pihaknya menyiapkan tiga helikopter Super Puma agar pemadaman kebakaran bisa cepat dilakukan. 

"Tahun ini kami menyewa 3 Super Puma, kalau dalam keadaan darurat agar segera bisa dioperasikan, sehingga kebakaran hutan yang masih kecil nantinya bisa dimatikan dalam keadaan cepat," kata Edie di Gedung Sinar Mas Forestry (SMF) Research and Development (R&D), Perawang, Riau, Rabu (25/1).

Dia mengatakan, peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Riau pada 2015 lalu menjadi pelajaran penting. Karena itu, kata Edie, perusahaannya memperkuat usaha pencegahan kebakaran tersebut agar tidak terulang pada tahun ini.


"Betapa penting pencegahan. Kalau (hutan dan lahan) sudah terbakar, api besar, kita hanya bisa berdoa pada tuhan supaya cepat menurunkan hujan," ujarnya.

Super Puma merupakan helikopter pabrikan Airbus Helicopters yang bermarkas di Perancis, dan kemudian dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia di Bandung. Helikopter dengan nomor registrasi PK-DAN ini memiliki kapasitas pengangkut air sampai dengan 4000 liter.

General Manager Fire Management Sinar Mas Forestry Sujica W Lusaka mengatakan, total helikopter yang disiapkan pihaknya pada tahun ini berjumlah enam unit. Selain tiga Super Puma, helikopter lainnya yaitu dua unit jenis B3 dan satu unit Bell 412.

Seluruh helikopter tersebut akan beroperasi di wilayah konsesi Sinar Mas Forestry dan mitra APP, seperti di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Pengoperasian helikopter itu pun tergantung kondisi masing-masing area, sesuai panduan sistem peringkat bahaya api (Fire Danger Rating System/FDRS).

Dia menyebutkan nilai investasi untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini, termasuk sewa helikopter yang kontraknya selama tiga tahun. "Nilai investasi dari 2016 dilanjutkan 2017 ini total investasi yang direncanakan adalah sekitar US$30 juta," katanya.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, satu unit Super Puma telah disiapkan di helipad yang berada di kawasan pabrik kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, grup Sinar Mas. Sementara dua Super Puma lainnya diperkirakan akan tiba pada Maret mendatang.

Selain menyewa helikopter, APP Sinar Mas bersama mitra pemasoknya juga merancang sebuah sistem yang dinamakan Manajemen Penanggulangan Kebakaran Terintegrasi. Sistem ini terbagi dalam empat pilar utama, yaitu persiapan, deteksi dini, respons cepat, dan pencegahan.
Petugas memantau titik api dari Menara Api Nursery di Hutan Tanaman Industri Sinar Mas Forestry, Riau. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)Petugas memantau titik api dari Menara Api Nursery di Hutan Tanaman Industri Sinar Mas Forestry, Riau. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Dalam tahap persiapan, APP membagi menjadi empat langkah, di antaranya sistem komando bencana, membangun ruangan khusus yang disebut situation room center, pemetaan jalur patroli, dan menyiapkan regu pemadam kebakaran (RPK).

Para personel RPK terdiri dari 2700 anggota terlatih dan bersertifikat yang tersebar di 266 pos pantau. RPK juga dilengkapi dengan 160 unit mobil pemadam kebakaran, 500 unit kendaraan patroli, dan 1150 pompa air.

Selain itu, APP juga melakukan pencegahan dengan melibatkan masyarakat setempat, khususnya mereka yang tinggal di radius 5 kilometer dari konsesi Sinar Mas Forestry di Riau. Mereka melakukan sosialisasi ke masyarakat dan bermitra dengan pemerintah daerah soal pencegahan kebakaran hutan.

Ratusan Juta Tiap Desa

Melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), kata Edie, APP melibatkan masyarakat sekitar pabrik kertas dalam melakukan konservasi lansekap hutan di Indonesia.

"Tiap desa kami berdayakan minimal 5 orang jadi bagian dalam usaha pencegahan kebakaran di seputar desa mereka," kata Edie.

Program ini mengembangkan potensi masyarakat dalam memberi nilai tambah secara sosial ekonomi. Pihaknya menargetkan DMPA di 500 desa yang berada di wilayah konsesi APP hingga 2020. Selain itu, DMPA juga ditujukan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar, salah satunya melalui kegiatan agroforestri.

Tahun lalu, kata Edie, PPA telah membangun DMPA di 35 desa. Tiap desa yang menjalankan program ini menerima bantuan dana sebesar Rp180 juta hingga Rp250 juta. Program yang dia sebut ekonomi kerakyatan itu berbasis peternakan, pertanian, maupun perikanan.
Petani yang mengikuti program Desa Makmur Peduli Api di Hutan Tanaman Industri Sinar Mas Forestry, Riau. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)Petani yang mengikuti program Desa Makmur Peduli Api di Hutan Tanaman Industri Sinar Mas Forestry, Riau. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Suryono, salah satu petani yang mengikuti program DMPA mengatakan, masyarakat diajarkan untuk tidak membakar apapun di wilayah konsesi hutan tanaman industri (HTI), termasuk membakar sampah. Mereka juga dilibatkan dalam upaya pencegahan kebakaran di hutan.

"Paling tidak apabila ada titik api, mereka memberikan informasi kepada pihak yang sudah ditentukan. Masyarakat juga diajarkan untuk tidak membakar lahan, sampah yang tadinya dibakar, diubah jadi kompos, itu bisa menekan biaya pupuk," kata Suryono saat ditemui di area kebunnya.

Direktur PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Hasanuddin The pun berpendapat soal program DMPA. Program ini dipersiapkan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, sebab tahun ini diprediksi akan mengalami kemarau cukup panjang.

"Yang paling kami takuti itu adalah musibah kebakaran," ujar Hasan.

Hasan menilai, lahan yang begitu luas di sekitar hutan tanaman industri tak luput dari kehidupan masyarakat yang berada di sekitarnya. Karena itu, tambahnya, masyarakat di sekitar perkebunan tidak perlu membakar hutan untuk membuka lahan karena akan berdampak fatal.

Dia mengatakan, hasil panen yang tidak sesuai target masih bisa dimanfaatkan kayunya, meskipun tidak optimal. Namun jika pohon-pohon bahan baku kertas itu mengalami kebakaran, kata Hasan, maka pihaknya tak bisa berbuat banyak.

"Karena kayu yang sudah terkontaminasi oleh karbon tidak bisa buat pulp dan kertas, artinya kerugiannya total," kata Hasan.

Dia menambahkan, hutan tanaman industri sebagai sumber bahan baku utama industri pulp dan kertas di Indonesia membutuhkan proses yang panjang. Tanaman itu dibibitkan, kemudian ditanam hingga 5 tahun sebelum dipanen. Karena itu, pihaknya tidak menginginkan bencana kebakaran lahan dan hutan. (pmg)