Laporan itu diterima kepolisian dalam surat bernomor LP/583/II/2017/PMJ/Ditreskrimum. Anggota tim kuasa hukum Ahok yang menjadi pelapor adalah Urbanisasi.
"Kami melaporkan keterangan palsu di bawah sumpah. Tuduhan kedua kami, terlapor memberikan laporan palsu kepada kepolisian," ujar Urbanisasi di kantor Polda Metro Jaya, Kamis malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim kuasa hukum Ahok juga mempersoalkan tempat kejadian perkara yang disebut Willyudin, yakni Tegalega. Seharusnya locus delicti dugaan pidana Ahok adalah Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu.
Untuk melengkapi laporan, Urbanisasi menyerahkan sejumlah barang bukti, antara lain laporan polisi yang dilakukan Willy, berita acara pemeriksaan di Polrestabes Bogor, transkrip persidangan dan rekaman sidang.
Tim kuasa hukum Ahok mengungkapkan rencana mereka memperkarakan 12 saksi yang diajukan jaksa penutut umum pada sidang dugaan penistaan agama. Tiga saksi yang sebelum ini telah mereka adukan ke kepolisian adalah pentolan Front Pembela Islam, yakni Muchsin Alatas, Novel Chaidir Hasan, dan Irena Handono.