"Nanti kami klirkan isu teknis terkait kontrak mengontrak. Tapi pada prinsipnya, perpanjangan itu ada maksud dan tujuannya," kata Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/3).
Pria yang biasa dipanggil Soni ini mengatakan, sebagai proyek besar, pembangunan jalur MRT jelas membutuhkan uang yang tidak sedikit. Biaya pembuatan jalur MRT fase dua semula Rp17,3 triliun. Jalur sepanjang 8,5 kilometer ini akan membentang dari Bundaran Hotel Indonesia hingga Kampung Bandan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soni menghargai sikap kritis DPRD terkait rencana pembentukan pansus untuk mengkaji perpanjangan rute ini.
Berapapun biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan MRT adalah upaya jangka panjang untuk mengatasi persoalan kemacetan di Jakarta. Sekaligus memodernisasi Jakarta, sesuai dengan visi Kota Jakarta baru, yaitu menjadikan kota berskala internasional yang baik," kata Soni.
Pembentukan pansus ini, menurut Taufik, dirasa perlu karena pengerjaan proyek MRT telah menelan biaya sangat besar. Maka segala sesuatu, terkait perubahan rute, tidak dapat dilakukan secara gegabah atau terburu-buru.
"Sampai sebelas triliun lebih, dan dananya itu ditanggung APBD DKI. (Makanya) kami akan buat pansus untuk melakukan kajian," kata politikus Gerindra ini. (sur)