"PKS dan Gerindra siap berdialog (dengan bahasan yang) subtansial. Bukan untuk jangka pendek tapi jangka panjang, untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Sohibul saat sambutan di Segara Ballroom, Hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (3/4).
Sohibul mengatakan PKS dan Gerindra sering mengadakan dialog untuk menyampaikan pandangan masing-masing. Berdasarkan dialog itu, kata Sohibul, PKS dan Gerindra memiliki banyak kesamaan dibanding perbedaan. Oleh karenanya, PKS dan Gerindra bisa terus bergandengan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin sampaikan, pak Prabowo sudah merumuskan perbedaan PKS dan Gerindra. Kata beliau PKS partai berbasis Islam, partai yang semua pengurus dan kader rajin baca buku cari ilmu sebagai persiapan kelola negara dan banyak sembahyang, ini sama seperti Gerindra," kata Sohibul.
Saat memberikan sambutan, Sohibul sempat mengriktik partai politik yang mengadakan dialog dengan partai lain bila ada kepentingan. Bahasan dari dialog itu Seperti saat kontestasi Pilkada dan Pilpres.
Menurutnya tidak seharusnya partai politik berlaku seperti itu. Akan lebih baik bila partai politik sering mengadakan dialog sehingga siap menghadapi keberagaman di Indonesia.
"Selama ini bukan berarti tidak ada dialog dan komunikasi, tapi secara subjektif saya melihat dialog 10 tahun terakhir tidak dikaukan dengan subtansial. Masiv dilakukan hanya menjelang kepentingan politik yang didorong kepentingan jangka pendek," kata Sohibul.