Jokowi Sebut Banyak Negara Apresiasi Kemajemukan Indonesia

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 05/04/2017 23:30 WIB
Jokowi Sebut Banyak Negara Apresiasi Kemajemukan Indonesia Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/4). Jokowi menyebut Afghanistan dan sejumlah negara lain mengapresiasi keragaman di Indonesia. (REUTERS/Mast Irham/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengatakan maraknya kunjungan kepala negara belakangan ini karena mereka ingin mengetahui cara Indonesia menjaga kemajemukan dan kedamaian di dalam negeri. 

Menurut Jokowi, banyak negara mengapresiasi dan ingin mempelajari bagaimana cara Indonesia menjaga kemajemukan dan perdamaian.

"(Mereka) Ingin menyampaikan mengenai penghargaan beberapa negara terhadap kemajemukan negara kita. Tetapi tetap bisa menjaga persatuan dan tetap pada posisi stabilitas yang baik, damai," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (5/4).
Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau, 714 etnis dan 1.100 bahasa lokal. Keberagaman ini tak melemahkan Indonesia. Hal itu terlihat masih stabilnya kondisi bangsa kini, termasuk perekonomian yang cenderung baik dibandingkan negara-negara sahabat.


"Stabilitas politik, stabilitas ekonomi dan kepemimpinan Indonesia di kawasan, saya kira menjadi sebuah rujukan banyak Presiden, PM, itu berkunjung ke Indonesia," ucap mantan Wali Kota Solo ini.

Seperti hari ini. Presiden Republik Islam Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani menyatakan, ia meminta bantuan Indonesia agar kedamaian dalam masyarakat yang berbeda-beda bisa diterapkan di Afghanistan.
"Kami menyambut bantuan dari Indonesia dalam mewujudkan upaya perdamaian tersebut di Afghanistan. Indonesia merupakan kisah yang sangat mengagumkan untuk negara besar yang memiliki kepemimpinan yang baik," ujar Ashraf Ghani. 

Bantu Afghanistan

Pertemuan bilateral tadi menyepakati Indonesia akan mengirimkan delegasi ke Afghanistan untuk membantu rekonsiliasi dan perdamaian. Tak hanya itu, Indonesia juga membangun rumah sakit di sana. Pembangunan akan dimulai setelah Indonesia Islamic Center di Kabul selesai.

Pemerintah juga akan memberikan beasiswa kepada 100 pelajar dari Afghanistan untuk studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Selain Afghanistan, Jokowi mengatakan banyak negara lain seperti Perancis, Arab Saudi, Bahrain, dan Afrika Selatan yang mengapresiasi keberagaman dan kedamaian di Indonesia.
Presiden Perancis Francois Hollande, misalnya, dalam kunjungannya beberapa hari lalu menyatakan Indonesia mampu mempertahankan kebinekaan dan toleransi di masyarakat.

Hollande bahkan menyatakan ingin mengetahui konsep hidup di Indonesia yang berstatus sebagai negara umat Muslim terbesar dunia.