Menyikapi soal itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai masih terlalu cepat bagi pemerintah untuk menggunakan Esemka sebagai mobil kepresidenan. Luhut melanjutkan, mobil Esemka bisa menjadi mobil kepresidenan di masa depan jika telah memenuhi seluruh persyaratan sebagai mobil pembawa kepala negara.
"Tidak bisa dipungkiri, mungkin 20 tahun lagi Esemka bisa bagus tapi menurut saya kalau sekarang belum," kata Luhut di kantornya, Jumat (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Luhut juga meminta perdebatan penggunaan mobil Presiden dihentikan. Jokowi, kata dia, memiliki mobil cadangan (back-up) jika mobil utama kepresidenan mengalami kendala.
Sebelumnya Fadli Zon menyarankan Presiden Joko Widodo menggunakan mobil Esemka setelah mobilnya mogok.
Mobil Esemka pernah dipromosikan oleh Presiden Joko Widodo saat masih menjabat Walikota Surakarta.