Jokowi Tegaskan Kedekatan Indonesia-Timteng di Al Mahligai

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 24/03/2017 11:57 WIB
Jokowi Tegaskan Kedekatan Indonesia-Timteng di Al Mahligai Presiden Joko Widodo saat mengunjungi kompleks pemakaman Al Mahligai di Kota Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (24/3). (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menekankan kedekatan hubungan Indonesia dengan Timur Tengah sudah terjalin sejak zaman dahulu. Penegasan itu disampaikan usai meninjau kompleks pemakaman Al-Mahligai di Desa Aek Dakka, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Barus adalah salah satu pintu masuk agama Islam ke Indonesia. Kompleks pemakaman Al Mahligai menjadi bukti hal tersebut. Di kompleks pemakaman itu terdapat makam sejumlah tokoh ulama penyebar agama Islam di Indonesia.
Jokowi bersama Iriana Joko Widodo berziarah di Al Mahligai selama 15 menit. Keduanya didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki, dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, serta seorang juru kunci dan sejarawan.

"Melihat kesejarahan di makam Mahligai ini menunjukkan bahwa hubungan Timteng dan Indonesia sudah ada sejak abad keenam," ucap Jokowi di Pemakaman Al-Mahligai, Jumat (24/3).


Jokowi melanjutkan, melalui Barus hubungan Timur Tengah dan Indonesia terjalin dalam berbagai aspek, mulai dari perdagangan hingga penyebaran agama.

"Hubungan dagang mencari di sini, kapur barus, merica, kemiri, kemenyan, semuanya ada. Dari Barus dan sekitarnya masih ada syiarnya," tuturnya.
Berkaca dari sejarah tersebut, Jokowi menyebut wajar apabila hubungan Indonesia dan negara-negara Timur Tengah saat ini semakin erat.

Kedekatan hubungan kedua pihak salah satunya terlihat saat Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud berkunjung ke Indonesia awal bulan ini.

Selama kunjungan di Jakarta, Presiden Jokowi dan Raja Salman memang terlihat akrab. Jokowi bahkan sempat memayungi Raja Salman ketika tiba di Istana Bogor.

Kedekatan keduanya juga diabadikan melalui penanaman pohon bersama di halaman Istana Merdeka.