Jasa Cetak Foto dan Album Gratis untuk Tamu Jokowi

sur, CNN Indonesia | Jumat, 07/04/2017 08:10 WIB
Jasa Cetak Foto dan Album Gratis untuk Tamu Jokowi Setiap tamu kenegaraan Presiden Jokowi akan menerima hasil jepretan fotografer Istana. Hal serupa juga akan diterima masyarakat yang bertemu Jokowi di Istana. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istana Kepresidenan menyediakan jasa cetak foto tak berbayar untuk masyarakat. Namun jasa itu hanya diperuntukkan bagi potret Jokowi dan masyarakat hasil jepretan fotografer Istana.

Layanan cetak foto itu memang tidak bisa dirasakan seluruh masyarakat karena hanya menjangkau undangan dan tamu kenegaraan presiden.

Awal pekan ini, 20 ulama terlihat memegang map tebal berlogo Istana Presiden Republik Indonesia usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka. Sesekali sebagian dari mereka membuka map itu, kemudian memancarkan raut wajah gembira.


Map itu ternyata sebuah album foto berukuran 10R. Album tersebut berisikan dua foto yang merekam momen bersalaman masing-masing ulama dengan Jokowi dan potret rombongan ulama dengan sang kepala negara.

Pimpinan Pondok Pesantren Buntet Cirebon KH Aris Ni'matullah menuturkan, Jokowi membagikan album foto itu sesaat mereka meninggalkan Istana.

Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, pemberian album foto gratis itu bermula awal 2017. "Ini ide presiden," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Bey menuturkan, Istana ingin para tamu menerima foto terbaik. Ia berkata, sebelum proses pencetakan, fotografer Istana menyeleksi potret yang akan diberikan pada para tamu.

Proses pertama dilakukan fotografer sebelum mengirimkan salinan gambar kepada Kepala Biro Pers. Setelah itu, Bey akan menentukan maksimal 10 foto yang akan dicetak.

Foto dicetak di atas kertas doff. Jenis kertas ini dipilih agar foto tak menguning jika dipajang dalam waktu lama. Setelah dicetak, proses pemilihan berlanjut. Bey masih kembali memilih foto yang benar-benar baik untuk dimasukkan ke album.

Album foto kenangan dari Joko Widodo kepada tamu negara yang berkunjung ke Istana Negara, Jakarta. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Foto tak ditempel sembarangan. Gambar disusun sesuai urutan acara. Sesudah masuk album, Bey menyerahkannya kepada Presiden Jokowi agar diberikan langsung kepada masyarakat dan para tamu negara.

Tamu biasa dan tamu negara menerima album berbeda. Tamu kenegaraan seperti presiden, istri presiden, dan perdana menteri negara sahabat menerima album berisikan empat foto. Sementara itu, tamu biasa mendapat album berisi dua foto.

Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyusun urutan foto para tamu Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Bey menuturkan, aksi cetak dan beri album gratis tak hanya dilakukan di Jakarta. Hal ini juga dilakukan saat Jokowi kunjungan kerja dan berdialog resmi bersama masyarakat di daerah.

"Kan ada tim advance, kadang bawa printer sendiri atau cari tempat cetak foto terdekat dari lokasi," tuturnya.

Kecepatan diperlukan untuk jasa ini. Bey mengatakan, penyerahan foto kepada tamu kenegaraan tak pernah terlambat. Meski demikian, Bey menyebut timnya terkadang tidak tepat waktu menyelesaikan pengerjaan album foto untuk masyarakat biasa.

"Kalau pengerjaan lama, tamu lebih memilih menunggu (album) di holding room. Kalau di daerah, kami biasanya menyerahkan hasil cetakan ke panitia," ucap Bey.