Layanan cetak foto itu memang tidak bisa dirasakan seluruh masyarakat karena hanya menjangkau undangan dan tamu kenegaraan presiden.
Awal pekan ini, 20 ulama terlihat memegang map tebal berlogo Istana Presiden Republik Indonesia usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka. Sesekali sebagian dari mereka membuka map itu, kemudian memancarkan raut wajah gembira.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pimpinan Pondok Pesantren Buntet Cirebon KH Aris Ni'matullah menuturkan, Jokowi membagikan album foto itu sesaat mereka meninggalkan Istana.
Bey menuturkan, Istana ingin para tamu menerima foto terbaik. Ia berkata, sebelum proses pencetakan, fotografer Istana menyeleksi potret yang akan diberikan pada para tamu.
Proses pertama dilakukan fotografer sebelum mengirimkan salinan gambar kepada Kepala Biro Pers. Setelah itu, Bey akan menentukan maksimal 10 foto yang akan dicetak.
Foto dicetak di atas kertas doff. Jenis kertas ini dipilih agar foto tak menguning jika dipajang dalam waktu lama. Setelah dicetak, proses pemilihan berlanjut. Bey masih kembali memilih foto yang benar-benar baik untuk dimasukkan ke album.
Album foto kenangan dari Joko Widodo kepada tamu negara yang berkunjung ke Istana Negara, Jakarta. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
Tamu biasa dan tamu negara menerima album berbeda. Tamu kenegaraan seperti presiden, istri presiden, dan perdana menteri negara sahabat menerima album berisikan empat foto. Sementara itu, tamu biasa mendapat album berisi dua foto.
Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyusun urutan foto para tamu Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
"Kan ada tim advance, kadang bawa printer sendiri atau cari tempat cetak foto terdekat dari lokasi," tuturnya.
Kecepatan diperlukan untuk jasa ini. Bey mengatakan, penyerahan foto kepada tamu kenegaraan tak pernah terlambat. Meski demikian, Bey menyebut timnya terkadang tidak tepat waktu menyelesaikan pengerjaan album foto untuk masyarakat biasa.
"Kalau pengerjaan lama, tamu lebih memilih menunggu (album) di holding room. Kalau di daerah, kami biasanya menyerahkan hasil cetakan ke panitia," ucap Bey.
Album foto kenangan dari Joko Widodo kepada tamu negara yang berkunjung ke Istana Negara, Jakarta. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyusun urutan foto para tamu Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)