Haji Lulung: Ludah Saya di Tanah Abang Jadi Duit

Marselinus Gual, CNN Indonesia | Rabu, 19/04/2017 13:58 WIB
Haji Lulung: Ludah Saya di Tanah Abang Jadi Duit Haji Lulung membantah dirinya terlibat kasus korupsi. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana mengklaim dirinya sama sekali tak terlibat kasus korupsi. Ia menyebut penghasilannya sudah lebih dari cukup sehingga mustahil jika ia terlibat korupsi.

Pria yang akrab disapa Haji Lulung ini membanggakan usahanya di Pasar Tanah Abang yang jadi sumber keuangannya. Sedikit berseloroh, air liurnya di pasar grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara itu bisa jadi uang.

"Saya tidak korupsi. Saya masih punya Pasar Tanah Abang. Saya ludah di Tanah Abang jadi duit," kata Lulung di usai menggunakan hak pilih di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (19/4).
Lulung sudah beberapa kali diperiksa oleh kepolisian dalam kasus korupsi. Rabu (12/4) lalu, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri memeriksa Lulung dalam dugaan korupsi dalam renovasi gedung teater kesenian di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012.


Lulung juga pernah menjadi saksi dalam kasus korupsi UPS yang disidik Bareskrim. Pemeriksaan tersebut menurut Lulung membentuk oponi bahwa dia terlibat kasus korupsi.
"Saya punya keluarga dan masyarakat. Belum apa-apa jadi tersangka," katanya. Menurutnya, jika memang akhirnya dia jadi tersangka, itu adalah upaya kriminalisasi.

Pemimpin Pro Rakyat

Terkait pemilihan kepala daerah DKI Jakarta hari ini, Lulung berharap yang terpilih kelak adalah pemimpin yang punya perilaku baik.

Ia menyindir calon petahanan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang menjadi terdakwa di kasus penistaan agama. Menurutu politikus PPP ini, gubernur yang terpilih harus mampu menjaga kerukunan agama di ibukota.
Lulung mengatakan, pemimpin baru yang dibutuhkan adalah yang mampu membangun komunikasi dengan masyarakat, terutama dalam menjaga kerukunan agama di ibukota.

"Mari ciptakan kerukunan agama. Pemimpin lebih soft itu yang dibutuhkan," katanya.

Lulung juga mengatakan gubernur Jakarta harus jadi pemimpin yang pro-rakyat sehingga tak perlu lagi ada penggusuran di ibu kota.