Peristiwa bermula terjadi sekitar pukul 13.15 WIB saat para pedemo pro dan kontra Ahok membubarkan diri dan hendak meninggalkan area gedung kemnterian.
Ketika itu kepolisian yang berjaga di depan Gedung Kementerian Pertanian telah memberi instruksi kepada dua kubu massa yang melakukan aksi kawal sidang Ahok untuk membubarkan diri. Kawat duri yang dibentang untuk membatasi kedua kubu massa di Jalan RM Harsono kemudian perlahan mulai dibuka oleh pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka berlari ke arah Gedung Kementan sambil melempar batu dan botol minuman ke arah polisi. Ada pula yang tampak membawa bambu. Polisi yang masih berjaga langsung membentuk barikade untuk menahan massa. Dibantu oleh sejumlah Laskar FPI berseragam putih.
Lihat juga:Penasihat Hukum: Ahok Tak Perlu Dipenjarakan |
Kepolisian membutuhkan waktu setidaknya setengah jam untuk menenangkan massa. “Kericuhan yang terjadi antara massa dan polisi disebabkan kesalahanpahaman,” Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan, Kamis (20/4).
Massa aksi kontra Ahok menganggap polisi yang berjaga menghalangi sejumlah peserta aksi yang sudah bergerak pulang melewati Jalan RM Harsono.
Mencegah terjadi bentrok, sejumlah aparat menghentikan massa kontra Ahok dan meminta mereka kembali ke arah yang berlawanan, yaitu menuju Ragunan. Saat itulah sejumlah orang mulai memanas.
"Kalau massa di sisi Ahok memang belum klir, jalanannya enggak akan saya buka. Kalau kamu kesana nanti situasinya beda lagi. Malah bikin ricuh. Makanya disuruh mundur," kata Iwan kepada salah seorang koordinator massa kontra Ahok yang tampak emosi.