Menteri Yohana: Perempuan Perlu Aktif Jadi Agen Perdamaian

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Minggu, 23/04/2017 05:16 WIB
Menteri Yohana: Perempuan Perlu Aktif Jadi Agen Perdamaian CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan perempuan perlu berperan aktif sebagai agen perdamaian dunia. Hal itu dikatakannya saat peringatan Hari Kartini di acara konferensi perdamaian perempuan bertajuk The World is Yours to Change di Pusat Kebudayaan Soca Gakkai Indonesia, Kemayoran, Sabtu (22/4).

"Perempuan dan perdamaian tidak dapat dipisahkan, peran aktif perempuan dalam perdamaian pada level internasional telah ditetapkan sebagai resolusi Dewan Keamanan PBB 1325," ujar Yohana. "Women Peace dan Security, di mana perempuan berperan dalam membangun struktur untuk perdamaian dan keamanan, melakukan rehabilitasi dan rekonsiliasi masyarakat mendidik, membangun kesadaran HAM serta memaksimalkan peran perempuan dalam pencegahan konflik.”

Lebih lanjut, Yohana mengungkapkan penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 250 juta penduduk, 49,7 persennya merupakan perempuan. Dia menyebut, dengan ragam kebudayaan yang Indonesia miliki, potensi konflik dalam negeri masih sangat besar dan yang kemudian berdampak pada perempuan.


"Banyak hal yang muncul dan terkadang meresahkan, bahkan nuansa SARA menggerogoti kebhinekaan kita. Jika kita melihat ke belakang, latar belakang konflik, perbedaan suku, ras, dan agama  pernah menjadi sejarah kelam bangsa ini. Konflik masih menyisakan trauma yang mendalam bagi perempuan dan anak," katanya.

Dampak dari konflik itu, dikatakan Yohana membuat perempuan sebagai penanggung beban yang paling berat. "Saat suami pergi lalu kehilangan nyawa dalam konflik, konsekuensinya perempuan ambil alih tugas kepala keluarga. Pada posisi itu perempuan memegang peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengurus rumah tangga serta pendidik anak," ujar dia.

Menurut Yohana, kita tak bisa menutup mata karena konflik demi konflik akan muncul. Tidak hanya konflik antar negara tapi dalam negara. Keadaan seperti ini yang harusnya dimanfaatkan untuk bukti bahwa perempuan sebagai agen perdamaian. Dengan populasi perempuan yang hampir setengah rakyat indonesia, sangat potensial untuk dapat berkontribusi membangun perdamaian dan keberlangsungan perdamaian di bumi pertiwi.

Dalam acara itu, sejumlah perempuan yang dinilai menghadirkan sinergi positif juga mendapat penghargaan. Mereka adalah Linda Amalia Sari Gumelar, Zannuba Ariffah Chafsoh Rachman Wahid (Yenny Wahid), Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.