Dia meminta seluruh kepala kepolisian daerah mengevaluasi penggunaan diskresi atau kebebasan mengambil keputusan sendiri dalam menghadapi setiap situasi yang dihadapi oleh jajarannya.
"Saya minta pada semua yang ada dalam sistem Polri jangan dianggap berlalu begitu saja," kata Tito dalam acara Serah Terima Jabatan Sejumlah Perwira Tinggi Polri di Ruang Rapat Utama Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyikapi dua insiden itu, Tito meminta, Divisi Profesi dan Pengamanan Polri menganalisis penyebab dua insiden itu.
Tiga hal tersebut penting, karena, jika keputusan yang diambil salah, bisa menimbulkan berbagai risiko. Anggota Polri, dia berkata, bisa kehilangan nyawa atau dipidana karena salah menggunakan diskresi.
Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga pun meminta Divisi Teknologi dan Informasi berkoordinasi dengan Asisten Perencanaan Kapolri untuk pengadaan fasilitas pelatihan di markas-markas kepolisian, mulai dari tingkat resor hingga daerah.
"Secara berkala latihan, drill, sehingga saat berhadapan dengan pelaku kejahatan, tahu apa yang harus dilakukan," kata Tito.
Tito meminta jajarannya tidak menganggap remeh dua insiden salah tembak oleh anggota polisi . "Saya minta pada semua yang ada dalam sistem Polri jangan dianggap berlalu begitu saja," kata Tito