"Kami akan melakukan penyelidikan. Kalau naik ke penyidikan, baru dipanggil," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya, Jakarta, Selasa (2/5).
Argo mengatakan, polisi belum menerima laporan dari pihak yang merasa dirugikan dalam hal ini. Meski demikian, penyelidik tengah mengidentifikasi motif dan pelaku pembakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut aksi bakar karangan bunga itu untuk membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membersihkan sampah di depan Balai Kota.
"Suasana panas, kemudian polisi memblokade (jalan). Padahal buruh aksi itu sudah sesuai undang-undang, sudah mendapat tanda terima (pemberitahuan aksi) dari Mabes Polri, tapi diblokade," ujarnya.
Video pembakaran karangan bunga beredar di media sosial. Tampak tak jauh dari lokasi pembakaran terdapat mobil komando bertuliskan Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin - Serikat Pekerja Seluruh Indonesia DKI Jakarta.
"Awali May Day ini dengan bersih-bersih Balai Kota," teriak orator dari mobil komando.