Yorrys merasa, pemberian surat peringatan itu tidak jelas dan tidak melibatkan dirinya. "Saya tidak tahu. Jadi saya tidak mengerti itu apa," ujar Yorrys kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/5).
Dia mengaku belum menerima informasi resmi dari DPP Golkar atas pemberian surat itu. Meskipun, Ketua Bidang Organisasi dan Daerah Golkar Freddy Latumahina telah mengabarkan pemberian surat peringatan itu kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tidak perlu ada yang ditanggapi. Tidak ada gunanya," ujar Yorrys.
Dalam surat itu, Yorrys diminta untuk mematuhi dan menaati seluruh kebijakan yang telah ditetapkan oleh DPP Golkar.
"DPP Golkar menyampaikan surat kepada pak Yorrys tentang beliau dianggap melanggar kesepakatan rapat," ujar Freddy.
Pernyataan Yorrys dianggap bertentangan dengan kesepakatan hasil rapat pengurus harian DPP Golkar tertanggal 5 April 2017. Dalam rapat pengurus DPP yang juga diikuti Yorrys, disepakati bahwa kader harus menjaga soliditas partai, kompak dalam konsolidasi Pilkada 2018 dan Pileg 2019, serta menetapkan juru bicara partai untuk menyampaikan informasi kepada publik.