Idrus mengatakan, ia telah mengklarifikasi pernyataan tersebut ke Yorrys. Ketua Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan itu menurut Idrus menjelaskan bahwa pernyataannya tidak seperti yang dituliskan media.
"Maksud Bang Yorrys, Golkar dalam kondisi apapun harus siap. Tidak ada masalah harus siap, apalagi kalau ada masalah," kata Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua menyatakan mendukung sepenuhnya kepemimpinan Setya Novanto hasil Munaslub 2016," kata dia.
Konsolidasi, kata Yorrys, merupakan upaya menyelamatkan partai. Sebab dalam beberapa bulan mendatang, partai politik harus menyiapkan pasangan calon kepala daerah untuk Pilkada 2018 dan verifikasi faktual parpol untuk Pemilu 2019.
"Itu ditandatangani ketua umum dan sekretaris jenderal, bukan Plt (Pelaksana tugas)," kata Yorrys di Jakarta.
Berdasarkan Pasal 33 Bab XV AD/ART Golkar, Munaslub biasanya diselenggarakan apabila partai dalam keadaan terancam atau menghadapi kegentingan yang memaksa.
Setya sebelumnya juga terpilih menjadi ketua umum melalui Munaslub. Perhelatan digelar untuk menyelesaikan dualisme Golkar yang berlangsung lebih dari setahun sejak 2014.
Sementara itu, Juru Bicara Golkar Nurul Arifin memastikan, tidak akan ada Munaslub Golkar.
"Semua solid di belakang Ketua Umum Setya Novanto. Jangan menghakimi sebelum ada keputusan apapun," kata Nurul.
Dalam dakwaan, Setya disebut menerima uang dalam proyek e-KTP. Perannya bersama tersangka Andi Narogong dalam proyek yang merugikan negara Rp2,3 triliun ini juga disebut sangat sentral.