"Kemungkinan pelaku tidak tahu atau tidak sengaja, membidik burung di pohon dan tidak prediksi arah peluru," kata Hendy di Jakarta, Jumat (5/5).
Hendy mengatakan, indikasi itu didapat dari pola tembakan dan bekas goresan pada dinding kamar setelah menembus kaca rumah. Meski demikian, proyektil dan sisa mesiu belum ditemukan polisi saat olah TKP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pola bekas tembakan, peluru masuk mengenai kaca secara mendatar. Kemungkinan, kata Hendy, peluru ditembakan dari arah bawah dan melengkung turun usai mengenai kaca.
Analisa tersebut masih bersifat sementara dan bisa berubah berdasarkan temuan olah TKP dan analisa laboratorium forensik Mabes Polri.
"Tentunya akan terus kami lakukan penyelidikan untuk membuktikan analisa tersebut," katanya.
Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP di rumah Jazuli, Ciputat. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal) |
"Ini kan masih menganalisa apakah itu senjata api atau bukan," kata Argo di kantornya, Jakarta.
Argo menjelaskan, pada olah TKP itu, penyidik mencari tahu posisi sudut benda yang diduga peluru hingga menembus kaca. Selain itu, polisi juga menelusuri letak pecahan kaca, gerakan parabola mesiu, juga jarak penembakan.
Kaca rumah Jazuli diduga ditembak oleh orang tak dikenal pada Selasa (2/5). Jazuli menyebut, arah tembakan menyasar ke kamar anaknya. Namun, saat kejadian kamar tersebut dalam keadaan kosong.
Keponakan Jazuli, Muhamad Syarifudin, yang tidur di kamar itu malam saat kejadian mengetahui ada sepihan pecahan kaca. Tak mengira lebih jauh, dia segera membersihkannya tanpa kecurigaan apapun.
Pada Rabu (3/5) malam, Latifah meminta Maryadi, sahabat Jazuli yang tinggal dekat rumah, untuk melapor kejadian tersebut ke Polsek Ciputat. Sementara Jazuli sedang di luar negeri saat kejadian.
Saat ditemui di rumah tersebut, Jari, petugas keamanan yang berjaga saat itu tidak mendengar bunyi tembakan. Dia justru mengetahui ketika pembantu rumah tangga membersihkan serpihan pecahan kaca tersebut.
Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP di rumah Jazuli, Ciputat. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)