"Saya tidak akan toleransi. Perilaku ini betul-betul biadab, sangat biadab," kata Yasonna sambil menggebrak meja di hadapan petugas Rutan dan Kanwil Kemenkum HAM Riau, di dalam Rutan Kelas IIB Pekanbaru, seperti diberitakan Antara.
Kejadian itu turut disaksikan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, dan Kepala Kanwil Kemenkumham Riau Ferdinand Siagian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden sudah kasih kita APBN, tapi mau bangunan secantik apapun kalau mental kita seperti ini tidak akan bisa," katanya.
"Sekarang yang memeras (harus, red.) pidana. Ada kapolda di sini supaya memproses. Tidak cukup sanksi administrasi, tidak bisa," katanya.
Pihak kementerian berjanji mengusut dugaan pelanggaran yang terjadi di rutan karena menjadi pemicu insiden. Seluruh pejabat dan petugas rutan langsung diganti untuk menenangkan tahanan.
Pertimbangkan pencopotan Kakanwil
Yasonna kini mempertimbangkan untuk mencopot Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Ferdinand Siagian terkait kaburnya ratusan tahanan di Pekanbaru.
"Pimpinan bukan tidak tahu tapi sengaja dibiarkan. Kalau Kakanwil dicopot ada penelitian dari direktorat jenderal. Dirjen yang kasih rekomendasi, kita ada tahapan," kata Yasonna.
Kepala Sub Bagian Publikasi Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Syarpani dalam keterangan terpisah menyatakan Kepala Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Teguh Tri Hatmanto telah ditarik dari jabatannya.
"Bahwa benar Kepala Rutan Teguh Triatmanto ditarik, bukan dicopot, ke kantor wilayah Riau. Sementara digantikan pejabat pelaksana harian (Plh) oleh Pak Ansar, Kepala Keamanan Lapas Pekanbaru)," kata Syarpani melalui keterangan yang diterima CNNIndonesia.com.
Syarpani mengatakan penarikan itu dilakukan untuk memeriksa ketiganya terkait dengan kaburnya ratusan narapidana dan tahanan tersebut.
"Hal ini dilakukan untuk pemeriksaan terhadap yang bersangkutan sebab kaburnya napi dan tahanan," ucapnya.