Luhut: Hentikan Reklamasi dan Jakarta akan Tenggelam

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Senin, 08/05/2017 20:22 WIB
Luhut: Hentikan Reklamasi dan Jakarta akan Tenggelam Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan bersikukuh Reklamasi dilanjutkan. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bersikukuh megaproyek reklamasi di Pantai Utara DKI Jakarta dilanjutkan. Pertimbangannya, kata Luhut, Jakarta akan tenggelam bila proyek dihentikan.

Luhut mengingatkan siapa saja yang berniat untuk menghentikan reklamasi agar memikirkan penurunan permukaan tanah di Ibu Kota.

"Kalau mau dihentikan ya situ saja hentikan. Nanti jika Jakarta tenggelam atau menurun ya tanggung jawab," kata Luhut saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Senin (8/5).
Dia mengatakan jika reklamasi tak dilakukan maka kemungkinan besar permukaan tanah di DKI Jakarta akan turun 8 hingga 23 centimeter. Karena itu, Luhut menilai, saat ini tak ada alasan untuk menghentikan reklamasi.


Aturan soal reklamasi, menurut Luhut, bukan baru dibuat kemarin. Melainkan sudah sejak zaman Soeharto masih berkuasa di Indonesia. Aturan tentang reklamasi juga diperkuat saat Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai presiden.

Luhut mengatakan, Presiden Joko Widodo tak ada sangkut pautnya dengan proyek reklamasi. Jokowi, kata dia, hanya melanjutkan aturan-aturan yang dikeluarkan oleh para pendahulunya tersebut.

Sebelumnya, Luhut sempat berkata bahwa orang-orang yang menolak reklamasi akan diajak berdiskusi dan beradu data dengan yang dimiliki pemerintah.

Dia tak mau adu data itu hanya dilakukan di media massa saja tanpa ada pembicaraan resmi dengan pemerintah.
Salah satu pihak yang menolak reklamasi adalah pasangan Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Keduanya bahkan sudah siap untuk menghentikan reklamasi sesuai dengan janji yang pernah mereka ungkapkan pada masa kampanye yang lalu.

Namun begitu hingga kini rencana pertemuan antara Anies-Sandi dan Luhut belum terealisasikan. Bahkan Luhut mengaku belum ada komunikasi lebih jauh dengan Anies maupun Sandi.

"Tak ada (komunikasi)," kata Luhut.

Pekan lalu, Deputi III Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin juga mengatakan, masyarakat dan pemerintah tak bisa menutup mata atas kelanjutan proses pembangunan proyek reklamasi di Jakarta.

Sebab, kata dia, saat ini sudah ada dua pulau, dan setengah pulau jadi yang sudah hadir di kawasan pesisir utara Jakarta itu.

"Ada pulau C dan D yang sudah jadi, terus ada pulau G yang sudah setengah jadi. Kita tidak bisa diam dan menutup mata, jadi tentu harus ada kepastian hukum terkait pengembangan proyek ini," kata Ridwan.