'Selimut' Reklamasi Teluk Jakarta Bernama NCICD

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Jumat, 28/04/2017 08:13 WIB
'Selimut' Reklamasi Teluk Jakarta Bernama NCICD Sejumlah kementerian dan lembaga sepakat menyatakan belum ada kepastian terkait proyek reklamasi, namun proyek NCICD akan tetap dilanjutkan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah kembali menyiapkan langkah terkait kelanjutan proyek pengembangan pulau reklamasi di kawasan Pantai Utara Jakarta. Proyek itu sebelumnya sempat dihentikan karena banyak kontroversi akibat pengembangan proyek 17 pulau buatan itu.

Kendati demikian, pemerintah tidak serta merta menyatakan secara gamblang proyek reklamasi 17 pulau di kawasan pesisir Jakarta itu akan dilanjutkan.

Mereka justru menggunakan metode penyesuaian dengan perencanaan megaproyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang kembali digaungkan setelah sempat mandek selama hampir dua tahun.


NCICD merupakan megaproyek yang memiliki masterplan untuk perlindungan jangka panjang atas wilayah Jakarta dan sekitarnya, terhadap bencana banjir rob yang disebabkan oleh luapan air laut.
Bahkan untuk pengembangan proyek ini, pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama jangka panjang dengan Belanda dan Korea. Kedua negara itu bertugas meninjau pengelolaan air di kawasan ini.

Deputi III Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin menyebut, proyek NCICD merupakan strategi proyek jangka pendek yang bisa dimanfaatkan untuk jangka panjang dalam hal menanggulangi bencana di Jakarta.

Bahkan menurutnya, proyek ini adalah proyek hulu sebelum proyek lainnya dilaksanakan di kawasan pesisir Jakarta itu.

"Kami utamakan dulu darurat bencana di Jakarta, dari hulu ke hilir, bahas reklamasi itu nanti, belum saatnya," kata Ridwan saat ditemui di kawasan Pantai Ancol, Jakarta Utara tadi malam, Kamis (27/4).
Ridwan mengatakan, pembangunan NCICD akan membantu penanggulangan bencana di pesisir Jakarta. Selain itu, proyek ini juga bisa meningkatkan sanitasi lingkungan di Jakarta, terutama pengelolaan air bersih.

"Jadi nanti juga bisa kelola air bersih, ini sudah dibicarakan dengan Kementerian PUPR," kata Ridwan.
Pasir untuk reklamasi Pulau C sebagian besar didapatkan dari Banten. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)Pasir untuk reklamasi Pulau C sebagian besar didapatkan dari Banten. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
NCICD sendiri akan terbagi dalam tiga tahap. Yang paling utama adalah pembangunan dan penguatan tanggul laut di sepanjang pesisir Utara Jakarta sepanjang 120,2 kilometer yang melintang dari Timur ke Barat.

Tanggul ini disebut berguna untuk menahan kerusakan atau pergesaran tanah akibat meningkatnya gelombang air laut di kawasan ini.

Selanjutnya, pemerintah akan membangun Giant Sea Wall. Setelah pembangunan ini selesai, pemerintah bisa menentukan jarak luasan antara satu pulau reklamasi ke pulau buatan lainnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga telah bekerja sama integrasi proyek, yakni antara proyek pembangunan pelabuhan perikanan kelas International dengan pengembangan proyek NCICD.

Pelabuhan yang diklaim akan lebih besar dari pelabuhan perikanan sekelas Tsukiji di Jepang itu akan dibangun di kawasan Muara Baru.
Direktorat Jendral pengelolaan Ruang Laut, Brahmantya Satyamurti Poerwadi menyebut kerjasama tersebut akan lebih memudahkan pengembangan proyek di kawasan Jakarta Utara, tepatnya di Muara Baru.

Bahkan, Brahmantya telah mempresentasikan kajian proyek pelabuhan perikanan tersebut untuk secara rinci dibahas dalam pengembangan proyek NCICD.

"Tentu, ini juga bisa mempercepat dan memberi jaminan keamanan. Tentunya ada kenyamanan dan keamanan untuk nelayan, mereka misalnya, lebih mudah melaut," katanya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pemprov DKI Jakarta, serta Kementerian PUPR pada Kamis (27/4) malam telah bertemu, setelah pagi harinya melakukan kunjungan ke Pulau Reklamasi.

Mereka sepakat menyatakan belum ada kepastian terkait proyek reklamasi, namun mereka kompak menyebut proyek NCICD akan tetap dilanjutkan.
Proyek reklamasi 17 pulau di pesisir Jakarta pun termasuk ke dalam proyek NCICD tersebut.

"Kami sepakat (NCICD) sudah satu suara, kalau reklamasi itu pokoknya nanti akan ada pembahasannya, intinya begini masa pemerintah dan masyarakat menutup mata kan sudah ada pulau C dan D, lalu pulau G yang baru separuh itu. Intinya lihat kajian ilmiah, kalau mau terus, ya terus, kalau dihentikan, ya hentikan," kata Ridwan.