Kemenko Maritim Kunjungi Teluk Jakarta terkait Reklamasi

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Kamis, 27/04/2017 18:36 WIB
Kemenko Maritim Kunjungi Teluk Jakarta terkait Reklamasi Nelayan di Kampung nelayan Cilincing, Jakarta Utara. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengajak sejumlah kementerian melakukan kunjungan ke pulau reklamasi di Teluk Jakarta hari ini, Kamis (27/4).

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan proyek reklamasi yang merupakan bagian dari proyek pengembangan pesisir Ibukota atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Dalam kunjungannya, Kemenko Bidang Kemaritiman mengajak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


Deputi III Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin menyebut, kunjungan tersebut bukan hanya melihat perkembangan pembangunan proyek reklamasi, tetapi juga fokus pada seluruh proyek NCICD yang sempat mandeg selama hampir dua tahun.
"Pemerintah dalam posisi tidak pernah mengatakan berhenti, yang keluar (moratorium) itu surat untuk menyesuaikan kondisi terkini," kata Ridwan saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (27/4).

Saat ditanya lebih lanjut terkait kondisi terkini yang dimaksud, Ridwan menyebut masih ada tahapan yang harus diselesaikan.

"Nanti setelah lokakarya, kita bicarakan semuanya," kata Ridwan.

Berdasarkan informasi, Kemenko Maritim akan menyelenggarakan lokakarya, Jumat esok (28/4), di Hotel Disocvery Ancol untuk membahas hasil kunjungan di Teluk Jakarta hari ini.

Ridwan hanya memastikan, meski ada tiga pulau reklamasi yang sempat dimoratorium, bukan berarti proyek itu akan dihentikan selamanya. Mengingat ada beberapa kajian yang harus diperbaiki sesuai perkembangan keadaan di lokasi saat ini.

"Iya dilanjutkan, kami juga ada dari Belanda dan Korea turut hadir. Mereka konsultan untuk keberlanjutan proyek ini," tutur Ridwan.

Ridwan menyebut, saat ini akan lebih fokus pada pengembangan tanggul raksasa lepas pantai agar bisa selesai sesuai target pemerintah.
"Tadi kami melihat sudah sejauhmana. Kami bicarakan data rilnya, kenapa harus dilanjutkan, seperti apa, bentuknya bagaimana, akan jelas, target juga bisa tersusun mau selesai kapan," kata Ridwan.

Proyek NCICD terbagi menjadi tiga tahap. Pertama, penguatan sistem tanggul laut dan sungai yang telah ada, pembangunannya ditargetkan selesai akhir 2017.

Setelah tahap pertama selesai, pemerintah akan melanjutkan pada tahap pembangunan proyek tanggul laut lepas pantai di bagian barat Teluk Jakarta.

Tahap ketiga, pembangunan tanggul laut lepas pantai bagian timur Teluk Jakarta. Di tahap ini juga bisa diketahui penentuan desain dan jarak antar pulau buatan dalam proyek reklamasi.
Namun seiring berjalannya proyek tersebut, pemerintah malah membangun pulau buatan atau reklamasi di kawasan Pantai Utara Jakarta terlebih dahulu. Padahal tanggul yang digunakan untuk menahan rob atau banjir akibat limpahan air laut belum rampung.