Pos Indonesia Siapkan Mekanisme Pengiriman Buku Gratis

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Jumat, 19/05/2017 14:30 WIB
Pos Indonesia Siapkan Mekanisme Pengiriman Buku Gratis PT Pos Indonesia telah menyiapkan mekanisme untuk wujudkan kebijakan bebas biaya pengiriman buku ke seluruh Indonesia. (Antara Foto/Feny Selly)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pos Indonesia sudah menyiapkan mekanisme khusus untuk merealisasikan program bebas biaya pengiriman buku untuk para kelompok aktivis literasi dan donatur buku ke seluruh wilayah Indonesia.

Hal tersebut berkenaan dengan kebijakan Presiden Jokowi yang menggratiskan pengiriman buku setiap tanggal 17 setiap bulannya. Khusus bulan Mei, pengiriman gratis dilakukan pada tanggal 20.

"Kami sudah siap. Tapi ini masih trial ya, jadi akan ada penyempurnaan-penyempurnaan," kata Direktur Surat dan Paket Pos Indonesia Agus Handoyo kepada CNNIndonesia.com (19/5).
Perihal mekanisme, Pos Indonesia memberlakukan syarat-syarat tertentu bagi para pengirim. Misalnya, untuk dibebaskan dari biaya, pengiriman buku tidak bisa dilakukan di agen-agen pos, tetapi harus melalui kantor Pos. Berat paket buku yang dikirim juga dibatasi, yakni maksimal 10 kg untuk satu pengiriman dalam satu bulan.


Pengiriman pun harus ditujukan kepada aktivis literasi atau taman bacaan masyarakat. Jadi, Pengiriman yang bersifat kepentingan pribadi tidak diberi biaya gratis.

"Masyarakat bisa sebagai donatur buku, dan penerimanya harus pengelola taman bacaan masyarakat," tutur Manager Humas Pos Indonesia Abu Sofyan.

Perihal potensi penyelewengan, Pos Indonesia mengaku tidak memiliki pencegahan khusus.
Pos Indonesia hanya mengidentifikasi identitas pengirim dan penerima. Jika pengirim bukan aktivis literasi atau donatur, dan penerima bukan aktivis literasi atau taman bacaan masyarakat, maka biaya gratis tidak diberikan.

Kemudian, jika bentuk paket yang dikirim tidak menyerupai bentuk buku, Petugas kantor Pos akan membuka paket tersebut. Tujuannya, untuk memastikan agar tidak ada penyelewengan dari aturan pengiriman gratis.

Soal pemeriksaan ini, Pos Indonesia tidak akan menggunakan mesin untuk mendeteksi isi paket.

"Kami yakin lah masyarakat Indonesia sudah cerdas. Penyelewengan-penyelewengan semacam itu kecil kemungkinannya karena bentuk buku bisa kelihatan," lanjut Abu.
Pos Indonesia mengatakan pengiriman buku gratis ini termasuk perwujudan dari slogan "BUMN Hadir untuk Negeri" yang dicanangkan beberapa tahun lalu. 

"Peran Pos Indonesia melalui program kirim buku bebas biaya diharapkan bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat akan buku," kata Abu.

Kebijakan pembebasan biaya pengiriman buku ke seluruh Indonesia ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai tindaklanjut dari keluhan para aktivis literasi atas tingginya biaya pengiriman terutama ke wilayah pelosok dan daerah terluar Indonesia.

Jokowi melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga berencana mengirimkan 10 ribu buku kepada setiap taman baca masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia.