Bakal Dideportasi ke Australia, Corby Dikawal Ketat
CNN Indonesia
Sabtu, 27 Mei 2017 14:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Schapelle Corby hari ini, Sabtu (27/5), resmi menghirup udara bebas setelah 13 tahun menjalani hukuman penjara di Kerobokan, Bali, akibat kasus narkotika. Dilansir dari Radio New Zealand, Corby rencananya akan dideportasi ke negaranya, Australia, nanti malam.
Corby bukan sosok asing bagi publik Indonesia. Ia pernah begitu populer setelah tertangkap membawa 4,2kg ganja di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, 8 Oktober 2004.
Masa tahanan Corby berakhir tengah malam kemarin. Kepolisian Bali dikabarkan menyiapkan 200 personel untuk mengamankan proses deportasi wanita berusia 39 tahun itu.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Surung Pasaribu mengatakan pengamanan ketat kepada Corby dilakukan berdasarkan permintaan dari konsulat Australia.
"Orang yang akan dideportasi ini berasal dari Australia, keluarganya Australia, pihak yang meminta penjagaan ketat adalah konsulat Australia, dan media yang meliput ini dari Australia, tapi kami yang harus mengurus ini," kata Surung.
Tugas utama kepolisian dalam proses deportasi Corby adalah mengatur arus lalu lintas dan mengendalikan peliputan dari media. Sugriwa, juru bicara kepolisian di Denpasar mengatakan selama proses pengamanan aparat akan mengenakan pakaian seragam.
Otoritas di Bali mengatakan Corby, sebelum menuju bandara, akan terlebih dulu melapor ke kantor imigrasi terkait statusnya yang mendapat pembebasan bersyarat. Tiba di bandara Corby akan ditempatkan di ruang imigrasi.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Ida Bagus K. Adnyana menyebut Corby akan terbang dengan pesawat Virgin Australia rute penerbangan Denpasar Brisbane, malam ini.
"Saya telah mengeluarkan surat perintah untuk keimigrasian dan kantor pembebasan bersyarat untuk mengkoordinasikan kelancaran proses pemulangan Corby ke negaranya," kata Adnyana.
"Kami hanya ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik."
Hingga saat ini, Corby belum menampakkan diri di hadapan wartawan. Namun seorang dokter dari penjara Kerobokan, tempat Corby menghabiskan sebagian besar masa tahanannya, menyatakan Corby dalam kondisi sehat.
Pada Jumat (26/5), seorang bodyguard selebritis, John Mcleod, sempat mengunjungi vila tempat Corby beristirahat. Namun ia tak menjawab pertanyaan wartawan seputar kliennya.
Corby dilarang berbicara dengan wartawan di Bali sebagai bagian dari pembebasan bersyarat yang ia dapatkan. Dia baru bebas berbicara kepada wartawan saat berada di Australia. Dengan catatan, hal itu tidak untuk motif mencari keuntungan.
Corby bukan sosok asing bagi publik Indonesia. Ia pernah begitu populer setelah tertangkap membawa 4,2kg ganja di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, 8 Oktober 2004.
Masa tahanan Corby berakhir tengah malam kemarin. Kepolisian Bali dikabarkan menyiapkan 200 personel untuk mengamankan proses deportasi wanita berusia 39 tahun itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang yang akan dideportasi ini berasal dari Australia, keluarganya Australia, pihak yang meminta penjagaan ketat adalah konsulat Australia, dan media yang meliput ini dari Australia, tapi kami yang harus mengurus ini," kata Surung.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Ida Bagus K. Adnyana menyebut Corby akan terbang dengan pesawat Virgin Australia rute penerbangan Denpasar Brisbane, malam ini.
"Kami hanya ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik."
Hingga saat ini, Corby belum menampakkan diri di hadapan wartawan. Namun seorang dokter dari penjara Kerobokan, tempat Corby menghabiskan sebagian besar masa tahanannya, menyatakan Corby dalam kondisi sehat.
Pada Jumat (26/5), seorang bodyguard selebritis, John Mcleod, sempat mengunjungi vila tempat Corby beristirahat. Namun ia tak menjawab pertanyaan wartawan seputar kliennya.
Lihat juga:AJI Desak Polisi Bebaskan Jurnalis Prancis |