Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan, 28 anggota geng motor tersebut diringkus di sejumlah lokasi berbeda. Sebanyak tiga di antaranya adalah anggota geng motor yang menamakan diri Jembatan Mampang alias Jepang.
"Pelaku berandalan motor 28 orang, memang menjadi perhatian bersama, karena perilaku atau perbuatannya yang cukup meresahkan masyarakat, kami sudah melakukan langkah-langkah represif," kata Iriawan di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pedang, celurit, anak panah hingga stik golf ikut disitas polisi sebagai barang bukti. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Iriawan menyampaikan, dari tindak kejahatan yang dilakukan, pelaku bisa mendapatkan uang hingga jutaan rupiah, tergantung dari hasil rampasan pelaku.
Lihat juga:Polisi Larang Ormas Sweeping Geng Motor |
"Bagi orangtua kami imbau untuk bisa memonitor kegiatan anak-anaknya, memang ini banyak yang lepas dari pantauan orangtua, rata-rata mereka sudah beberapa orang berpisah antara ayah dan ibunya, sehingga mungkin tidak ada kasih sayang atau pantauan dari orang tua," ujarnya.
Iriawan menambahkan, dari tangan para anggota geng motor ini, polisi menyita sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan para pelaku saat beraksi.
Dari pedang, celurit, anak panah hingga stik golf ikut disitas polisi sebagai barang bukti. (