Alumni 212 Bakal Sasar Jokowi Jika Terus Kriminalisasi Ulama

Filani Olyvia, CNN Indonesia | Jumat, 09/06/2017 19:25 WIB
Alumni 212 Bakal Sasar Jokowi Jika Terus Kriminalisasi Ulama Presiden Jokowi akan jadi target demo selanjutnya jika tetap memproses hukum sejumlah tokoh Islam. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presidium Alumni 212 mengingatkan pemerintah, terutama Presiden Joko Widodo untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai kriminalisasi terhadap ulama. Jika tetap dilanjutkan, Alumni 212 berencana kembali menggerakkan aksi dengan menyasar Presiden Jokowi.

Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo tak menyebut secara spesifik apa arti kata 'menyasar' Presiden Jokowi. Namun, dia memberikan contoh rangkaian Aksi Bela Islam di sepanjang 2016 yang ditujukan kepada Ahok.

Saat ini Ahok mendekam di penjara setelah divonis bersalah atas kasus penodaan agama.
"Itu (kasus Ahok) sebenarnya masalahnya sudah selesai, jadi jangan ada lagi kriminalisasi,  kalau itu dilakukan pemerintah, Insya Allah kegaduhan ini tak akan terjadi lagi," kata Sambo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/6).


"Kita sudah capeklah berjuang pas Pilkada kemarin, sampai Ahok dipenjara. Jangan sampai umat bergerak lagi, ini nanti sasarannya presiden, kalau kemarin kan baru sampai ke tingkat gubernur," imbuh Ansufri.

Alumni 212 memandang kasus hukum yang dihadapi oleh sejumlah ulama dan tokoh nasional saat ini adalah aksi balas dendam pemerintah atau Jokowi terhadap mereka yang menentang Ahok. Terutama mereka yang aktif memimpin demo menentang Ahok.
Kriminalisasi itu, menurut Ansufri, tak hanya dialami oleh tokoh Front Pembela Islam Rizieq Shihab yang saat ini tersangkut kasus cakap mesum.

Kriminalisasi itu juga dialami oleh ulama dan tokoh nasional lain seperti Sekjen Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath, Bachtiar Nasir, Rachmawati Soekarnoputri, hingga Sri Bintang Pamungkas yang diduga terlibat rencana makar terhadap pemerintah.

Ansufri mewakili Presidium Alumni 212 mendesak Presiden Jokowi menghentikan tindak kriminalisasi itu. Mereka menuntut tokoh-tokoh tersebut dibebaskan.

"Masih ada waktu bagi Pak Jokowi untuk menghentikan semua ini. Mari Ramadan ini kita jadikan bulan penuh kesejukan dan kebersamaan," kata Ansufri.
Sambil menunggu respons pemerintah, Ansufri mengatakan Alumni 212 akan terus melakukan konsolidasi. Langkah selanjutnya akan diambil mengikuti sikap dari pemerintah.

Ansufri bahkan menyatakan pihaknya akan menyiapkan aksi lebih besar, tak hanya di Jakarta, jika tuntutan mereka tak didengar oleh pemerintah.