Kemenkes: Pemeriksaan Payudara dan Serviks Ditanggung BPJS

Bimo Wiwoho , CNN Indonesia | Minggu, 11/06/2017 00:37 WIB
Kemenkes: Pemeriksaan Payudara dan Serviks Ditanggung BPJS Kemenkes menyebut biaya pemeriksaan untuk deteksi dini kanker payudara dan serviks ditanggung BPJS. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat, terutama kaum wanita, agar melakukan pemeriksaan kesehatan payudara dan leher rahim atau serviks secara teratur di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat.

Selain itu, Kemenkes juga mengatakan masyarakat tidak perlu cemas dengan biaya yang harus dibayar, karena pemeriksaan payudara dan serviks masuk ke dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kepala Biro Humas Kemenkes, drg. Oscar Primadi menyebut Kemenkes telah memberi pelatihan kepada perawat di ribuan puskesmas seluruh Indonesia agar masyarakat dapat melakukan pemeriksaan dini di fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan tempat tinggalnya.

"Lebih dari 3700 puskesmas di seluruh di Indonesia telah dilatih dalam pelayanan deteksi dini penyakit kanker payudara dan leher rahim," tutur Oscar dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (10/6).


Pemeriksaan dini di puskesmas dinilai penting oleh Oscar. Menurutnya, apabila gejala kanker payudara dan serviks telah terdeteksi sedini mungkin, keberhasilan potensi penyembuhannya semakin besar, sehingga masyarakat dapat terhindar dari kematian.

"Dengan deteksi dini, kanker dapat ditemukan lebih awal sehingga keberhasilan pengobatannya semakin besar,” lanjut Oscar.

Apabila kanker payudara atau serviks telah terdeteksi, kata Oscar, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit umum daerah di kabupaten atau kota terdekat.

Oscar lalu mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergoda dengan tawaran-tawaran pengobatan alternatif jika gejala kanker payudara dan serviks telah terdeteksi.


Menurut Oscar, sejauh ini banyak orang yang terjebak oleh pemgobatan alternatif, tetapi tidak mendapat pengobatan yang seharusnya. Akibatnya, kanker semakin parah hingga mengakibatkan kematian.

“Bisa membahayakan karena pasien kehilangan fase emas pengobatan dan menjadi tidak terselamatkan," kata Oscar.

Diketahui, dalam dua pekan terakhir ada dua figur publik yang meninggal dunia akibat kanker payudara dan serviks, yakni Yana Zein dan Julia Perez. Oleh karena itu, Kemenkes merasa perlu mengingatkan masyarakat betapa pentingnya melakukan pemeriksaan dini kesehatan payudara dan rahimnya.

"Kanker menjadi masalah di dunia, termasuk di Indonesia karena jumlahnya penderitanya yang terus meningkat begitu pula dengan kematiannya," kata oscar.