Dipecat Pertamina Patra, Ribuan Sopir Tangki Ancam Mogok

Bimo Wiwoho , CNN Indonesia | Jumat, 16/06/2017 11:37 WIB
Dipecat Pertamina Patra, Ribuan Sopir Tangki Ancam Mogok
Jakarta, CNN Indonesia -- Sedikitnya 2.500 Awak Mobil Tangki (AMT) di pelbagai wilayah yang tergabung dalam Federasi Buruh Transport Pelabuhan Indonesia (FBTPI) berencana melancarkan aksi mogok kerja yang dimulai pada 19 Juni hingga 24 Juni nanti.

Hal itu merupakan protes terkait dengan dugaan pemecatan 414 AMT secara sepihak oleh PT Pertamina Patra Niaga pada 26 Mei lalu.

Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah mengatakan aksi akan dilakukan di beberapa depot, antara lain Makassar, Sulawesi Selatan; Lampung; Merak; Plumpang, Jakarta Utara; Ujung Berung, Jawa Barat; Padalarang, Jawa Barat.

Selain itu ada pula Tegal, Jawa Tengah; Surabaya, Jawa Timur; dan Banyuwangi, Jawa Timur.

KPBI sendiri merupakan induk organisasi dari FPBTI.

"Ini kan enggak hanya dilakukan di satu depot. Jumlah diperkirakan sekitar lebih dari 2.000. Hampir 2.500 orang," tutur Ilhamsyah kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/6).

Melalui aksi mogok ini, KPBI menuntut agar Pertamina Patra Niaga mempekerjakan kembali sopir truk tangki yang baru saja diputuskan hubungan kerjanya. KPBI juga meminta agar sopir tangki diangkat menjadi karyawan tetap di Pertamina Patra Niaga.
PT Pertamina Patra Niaga merupakan perusahaan milik PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang perdagangan BBM, pengelolaan BBM, pengelolaan armada dan pengelolaan depot.

Dalam situs resminya, perseroan itu berdiri pada 1997 dengan nama PT Elnusa Harapan, namun berubah menjadi PT Patara Niaga pada 2004. Setelah melakukan pembenahan, Pertamina kemudian merombak nama menjadi PT Pertamina Patra Niaga pada 2011.

Ilham menceritakan, pihaknya sejak lama telah meminta Pertamina Patra Niaga untuk mengangkat para sopir tangki menjadi pekerja tetap.

Dia mengatakan KPBI saat ini sudah berada di Kantor Kementerian Tenaga Kerja terkait dengan rencana mediasi antara organisasi buruh itu dengan perusahaan milik negara tersebut. Ilhamsyah menuturkan pihaknya juga meminta Kementerian ESDM pun sebaiknya ikut dalam mediasi kali ini.

PT Pertamina Patra Niaga sendiri mengelola kurang lebih dari 23 terminal BBM/BBG dan memiliki sekitar 6.107 AMT untuk mendistribusikannya ke seluruh Indonesia.

Komitmen Perusahaan

Dalam keterangan resminya, perusahaan itu menyatakn komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai. Salah satunya adalah penyerahan bantuan pendidikan kepada ratusan anak dari para AMT.

Pertamina Patra Niaga juga melengkapi wisma AMT Ujung Berung dengan fasilitas untuk menunjang kesejahteraan para sopir tersebut. “Dengan adanya sumber daya manusia terbaik untuk mengawal distribusi BBM, PPN berupaya untuk senantiasa menyajikan service excellence bagi masyarakat dan industri,” demikian keterangan yang dikutip CNNIndonesia.com, hari ini.