Polri Imbau Masyarakat Mudik Tidak Pakai Sepeda Motor

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Minggu, 18/06/2017 20:05 WIB
Polri Imbau Masyarakat Mudik Tidak Pakai Sepeda Motor Mayoritas korban jiwa pada mudik tahun lalu adalah pengguna sepeda motor. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Royke Lumowa mengimbau masyarakat tidak menggunakan sepeda motor untuk mudik. Imbauan itu dikeluarkan lantaran merujuk data tahun lalu, pengguna sepeda motor merupakan penyumbang kecelakaan terbesar dalam mudik tahun lalu.

"Kami mengimbau sepeda motor jangan mudik. Kalaupun mudik jangan jauh-jauh," ujar Royke di Jakarta, Minggu (18/6).

Dari data tahun lalu, kata Royke, terdapat 3000 kecelakaan selama mudik lebaran dengan total 558 korban jiwa. Roy membeberkan, 70 persen korban itu adalah pengguna sepeda motor.

Sumber kecelakaan pengendara motor beragam, mulai dari mengantuk, kondisi mesin kendaraan, hingga muatan yang dibawa oleh pengendara sepeda motor.


"Kontributor pelaku maupun korban itu 70 persen dari sepeda motor. Jadi harus mengeliminir hal itu," ujarnya.

Meski melarang, ia mengklaim, Kepolisian akan tetap mengantisipasi keselamatan pemudik yang menggunakan sepeda motor dengan menyediakan tempat istirahat bekerja sama dengan Jasa Raharja.

"Kami mendirikan posko ada 30 pos. Paling kami imbau mereka istirahat," ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Bina Marga Arie Setiawan mengatakan, pengendara sepeda motor yang melintasi jalur arteri Pantura diimbau untuk berhati-hati. Pasalnya di sepanjang jalan itu terdapat tambalan jalan yang berlubang.

"Kami imbau perlu berhati-hati karena ada tambalan. Biasanya tambalan tidak smooth," ujar Arie.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Budi Karya juga mengharapkan masyarakat memanfaatkan fasilitas mudik gratis dengan menggunakan bus yang disediakan oleh sejumlah pihak. Hal itu untuk meminimalisir angka kecelakaan.

Tak hanya itu, ia mengklaim, pihaknya juga telah menyediakan enam tambahan rangkaian kereta untuk menampung pemudik yang beralih atau tidak kebagian kendaraan untuk mudik.

"Kereta api kami ada enam rangkaian," ujarnya.