Kapolri Yakin Insiden Brexit Tak Terulang Tahun Ini

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Senin, 19/06/2017 12:57 WIB
Kapolri Yakin Insiden Brexit Tak Terulang Tahun Ini Ilustrasi. Kendaraan pemudik melakukan pembayaran di Gerbang Tol Pejagan-Brebes Timur, Jawa Tengah, Sabtu (2/7). (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian yakin insiden kemacetan parah yang terjadi di gerbang tol Brebes Timur, Jawa Tengah (Brexit), pada arus mudik lebaran lalu tidak terulang kembali tahun ini.

Menurut Tito, langkah pemerintah mengoperasikan ruas tol sepanjang 110 kilometer menuju Gringsing, Batang, secara fungsional akan mengurai kemacetan di gerbang tol Brebes Timur.

"Tahun ini dibangun 110 km dari Brebes Timur sampai Gringsing haris diyakini akan berkurang (kemacetan Brexit)," kata Tito saat menjadi inspektur upacara dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (19/6).
Selain itu, Tito yakin kemacetan di Brexit akan terurai dengan pengoperasian empat dari lima jembatan layang di jalur Pejagan, Brebes-Purwokerto. Jembatan layang itu akan menghindari penumpukan kendaraan yang kerap terjadi lantaran ada perlintasan kereta api di jalur selatan tersebut.

Empat jembatan layang yang mulai dioperasikan adalah Dermoleng, Klonengan, Kesambi, dan Kretek. Jembatan ini akan dioperasikan dengan dua arah terlebih dahulu. Namun polisi akan memberlakukan jalur satu arah bila terjadi kemacetan parah pada tiga hari menjelang lebaran. 

"Pemerintah sudah bangun empat flyover jadi tidak terpengaruh perlintasan kereta api," ujar jenderal polisi bintang empat itu.

Namun begitu, lanjutnya, Polri tetap menyiapkam strategi untuk mengantisipasi insiden kemacetan parah di Brexit kembali terulang. Polri bersama sejumlah instansi terkait telah mendirikan sejumlah posko di Brexit untuk melayani berbagai kebutuhan pemudik lebaran tahun ini.
Selain itu, Tito menambahkan, pihaknya telah menyiapkan startegi pengalihan arus lalu lintas dengan sistem kontra flow atau lawan arus.
Dia berharap seluruh langkah yang telah dipersiapkan Polri bersama pemerintah mampu menghadirkan arus mudik lebaran yang lebih baik bagi masyarakat.


"Semoga arus mudik dan balik jauh akan lebih baik dari tahun lalu dengan adanya perubahan dan perbaikan tersebut," ucap mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Sebanyak 12 orang pemudik dikabarkan meninggal dunia akibat kemacetan parag di Brexit tahun lalu. Mereka meninggal dunia karena diduga kelelahan akibat macet ataupun memiliki penyakit bawaan.
“Sekitar 12 orang meninggal mungkin karena penyakit yang mereka miliki saat mudik. Mudik kan memang mengeluarkan banyak tenaga. Sejauh ini belum diketahui, mungkin dengan tenaga besar yang dikeluarkan untuk mudik, ada beberapa penyakit yang kambuh. Sampai saat ini, itu data yang kami terima,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Sri Gunadi Parwoko, saat dihubungi CNNIndonesia.com pada 5 Juli 2016.