Pemudik di Bakauheni Diresahkan Awak Angkutan Umum
CNN Indonesia
Jumat, 23 Jun 2017 07:27 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pemudik yang melalui jalur Terminal Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mengeluhkan ulah para awak angkutan umum yang memaksa mereka naik kendaraannya.
Para awak angkutan umum—mulai dari gojek, bus sampai travel, tak segan menarik tangan dan barang bawaan pemudik yang baru tiba untuk menggunakan jasanya, meski di sekitar mereka terlihat aparat keamanan yang berjaga.
"Jengkel juga. Walau sudah ada aparat keamanan mereka tetap leluasa memaksa kami,” kata Lili, salah satu pemudik baru tiba di Terminal Bakauheni dari Pelabuhan Merak, Banten, pada Jumat (23/6) pagi.
Keluhan serupa diungkapkan beberapa pemudik, khususnya kaum perempuan, yang hendak melanjutkan perjalanan dari Bakauheni ke Terminal Induk Rajabasa, Bandarlampung, maupun tempat lain.
Selain ulah pemaksaan awak angkutan umum, sejumlah pemudik yang hendak berlebaran di Lampung juga mengeluhkan pelayanan dan kondisi angkutan umum yang kurang memadai.
Beberapa bus menyediakan “bangku cadangan” agar lebih banyak penumpang yang dapat terangkut. Namun sesampainya di dalam, penumpang jadi berdesak-desakan. Bahkan sampai ada yang berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk.
Para pemudik juga mengeluhkan penetapan tarif angkutan umum yang tidak resmi, khususnya kendaraan travel. Untuk pergi dari Bakauheni ke Rajabasa, Bandarlampung, pemudik ditagih tarif sebesar Rp50.000 per penumpang, padahal biasanya tak lebih dari Rp40.000 per penumpang.
Ketidaknyamanan tersebut ditambah pula dengan ulah sopir yang ugal-ugalan mengemudikan kendaraan.
Para pemudik berharap pihak yang berwenang dapat memantau dan mengawal arus mudik, sehingga bisa menindak langsung awak angkutan umum yang meresahkan.
Sebelumnya, pihak Polres Lampung Selatan maupun Polda Lampung telah menjamin keamanan penumpang di Bakauheni demi memberikan kenyamanan selama mudik maupun balik pada Lebaran 2017 ini.
Para awak angkutan umum—mulai dari gojek, bus sampai travel, tak segan menarik tangan dan barang bawaan pemudik yang baru tiba untuk menggunakan jasanya, meski di sekitar mereka terlihat aparat keamanan yang berjaga.
"Jengkel juga. Walau sudah ada aparat keamanan mereka tetap leluasa memaksa kami,” kata Lili, salah satu pemudik baru tiba di Terminal Bakauheni dari Pelabuhan Merak, Banten, pada Jumat (23/6) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ulah pemaksaan awak angkutan umum, sejumlah pemudik yang hendak berlebaran di Lampung juga mengeluhkan pelayanan dan kondisi angkutan umum yang kurang memadai.
Baca juga:Tips Hemat Baterai Ponsel Saat Mudik |
Beberapa bus menyediakan “bangku cadangan” agar lebih banyak penumpang yang dapat terangkut. Namun sesampainya di dalam, penumpang jadi berdesak-desakan. Bahkan sampai ada yang berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk.
Para pemudik juga mengeluhkan penetapan tarif angkutan umum yang tidak resmi, khususnya kendaraan travel. Untuk pergi dari Bakauheni ke Rajabasa, Bandarlampung, pemudik ditagih tarif sebesar Rp50.000 per penumpang, padahal biasanya tak lebih dari Rp40.000 per penumpang.
Ketidaknyamanan tersebut ditambah pula dengan ulah sopir yang ugal-ugalan mengemudikan kendaraan.
Baca juga:Tips Cegah Mabuk Kendaraan |
Para pemudik berharap pihak yang berwenang dapat memantau dan mengawal arus mudik, sehingga bisa menindak langsung awak angkutan umum yang meresahkan.
Sebelumnya, pihak Polres Lampung Selatan maupun Polda Lampung telah menjamin keamanan penumpang di Bakauheni demi memberikan kenyamanan selama mudik maupun balik pada Lebaran 2017 ini.