Mereka yang Kecewa Urung Bersua Obama

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Sabtu, 01/07/2017 06:03 WIB
Mereka yang Kecewa Urung Bersua Obama Warga yang ada di bandara tempat Obama mendarat di Halim Perdanakusuma mengaku kecewa karena Obama tak bisa melihat warga yang ingin menjumpainya. (Dok. Fotografer Kepresidenan/ Agus Suparto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedatangan Barack Obama, mantan presiden Amerika Serikat (AS), bersama keluarga ke Indonesia mengundang perhatian berbagai lapisan masyarakat. Penyambutan dilakukan cukup meriah. Ditambah lagi, deretan pengawalan ketat demi menjamin keamanan tamu negara.

Namun, kenyataannya, tidak seluruh masyarakat merasakan euforia yang sama. Ada beberapa warga yang mengaku kecewa karena ‘sikap dingin’ mantan kepala negara ke-44 di Amerika tersebut saat mendarat di Jakarta, Jumat (30/6) siang.

Reni, misalnya, salah satu warga asal Bekasi, Jawa Barat, yang kebetulan tengah berada di Bandar Udara Halim Perdanakusuma ketika Obama mendarat. Ia berharap, Obama menyapa masyarakat yang berkumpul untuk melihatnya. Alih-alih menyapa, Obama bahkan tak sempat membuka kaca pintu mobil yang membawanya pergi.


"Saya sih mengharapkan tadi tuh saat Obama datang dia bisa melihat kami semua di sini sudah kumpul. Tapi, tadi saya agak kecewa sedikit, karena Obama tidak sempat membuka kaca," kata Reni kepada CNNIndonesia.com, Jumat (30/6).

Reni mengatakan, sebetulnya, kehadirannya tak khusus untuk bertemu Obama. Ia mengaku, tengah menjemput anggota keluarganya yang mendarat di bandara yang sama.

Namun, setelah tahu akan ada Obama tiba di ibu kota, Reni dan anak-anaknya langsung mendekati gedung VVIP (very very important person) di Sasana Manggala Praja, Bandara Halim Perdanakusuma. Obama beserta rombongan memang diketahui mendarat dan keluar dari kompleks Bandara melalui gedung itu.

"Saya ingin melihat Obama saja. Saya kagumi Obama. Dia kelihatan orangnya bikin semangat banget kalau di Amerika Serikat itu. Jadi, biar di Indonesia pun kita seperti itu," imbuh Reni.

Kekecewaan lain juga datang dari Ido (26 tahun), warga yang antusias melihat Obama. Ia bahkan memandang penutupan Kebun Raya Bogor karena kedatangan Obama di Istana Kepresidenan tidak perlu dilakukan.

Menurut Ido, pengamanan untuk Obama selama berada di Bogor seharusnya tak perlu sampai menutup tempat wisata yang berada di kota hujan tersebut.

Ido yang mengklaim mengenyam pendidikan di Negeri Paman Sam itu justru lebih setuju bila pengamanan ketat, seperti pemindaian sinar X-Ray atau pemeriksaan menggunakan alat pemindai metal daripada menutup salah satu obyek wisata di Bogor.

"Cukup kawal super ketat dan steril saja. Lagipula, kasihan juga kalau ada warga yang jauh-jauh mau liburan ke sana (Kebun Raya Bogor), tetapi tiba-tiba ditutup demi seorang Obama," pungkasnya.