Tempat Peristirahatan jadi Biang Kemacetan Mudik Tahun Ini

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Minggu, 02/07/2017 10:35 WIB
Tempat Peristirahatan jadi Biang Kemacetan Mudik Tahun Ini Kendaraan terjebak kemacetan di Tol Cipali arah Jakarta KM 102 di Subang, Jawa Barat, Sabtu (1/7). Kemacetan hingga puluhan kilometer tersebut disebabkan antrean masuk rest area KM 102 dan mobil pemudik yang diparkir di bahu jalan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Upaya pemerintah dan pengelola jalan tol mempermudah pembayaran di gerbang tol yang dibanjiri pemudik tahun ini, tidak banyak membantu mengurai kemacetan arus balik.

Tahun ini, para pengguna jalan tol mengeluhkan kemacetan yang muncul menjelang tempat-tempat peristirahatan, terutama sejak masuk gerbang tol Palimanan hingga Cikarang Barat.

"Saya terjebak kemacetan di tol Cikopo-Palimanan. Sebelumnya juga terkena macet di kendal dan tol fungsional di Batang," kata Hendrik Sumali (46), salah satu pemudik di Tempat Peristirahatan kilometer 62 tol Jakarta-Cikampek, dikutip dari Antara, Minggu (2/7).


Pemudik tujuan Bogor mengatakan dirinya telah lima kali berhenti di sejumlah titik, baik tempat peristirahatan di jalan tol maupun rumah makan di jalan non-tol.

"Fasilitas di jalan tol sudah bagus, hanya saja kemacetannya itu yang menghambat perjalanan kami dari Semarang," kata Hendrik yang membawa istri dan tiga anaknya untuk berlebaran di kampung halaman.

Hendrianto (36), pemudik asal Malang menambahkan, ia terjebak selama lebih dari lima jam di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

"Arus lalu-lintasnya tidak teratur sebelum datang petugas dari Jasa Marga dan kepolisian. Kalau ada jembatan penyeberangan jalan tol, banyak kendaraan yang tampak sengaja berhenti persis di bawahnya untuk beristirahat," ujar Hendrianto.

Ia juga menyayangkan masih banyaknya warga sekitar yang berjualan di jalan tol yang semakin menghambat perjalanan.

Sementara Hartono (50), pemudik yang menggunakan bus umum mengaku mengalami hambatan yang sama pada ruas tol Cipali dan ruas tol fungsional.

"Kami dua kali berhenti untuk beristirahat sejak perjalanan dari Klaten. Pertama di sekitar Batang dan kedua di kilometer 62 ini," kata pemudik tujuan Tangerang itu.

Meskipun mengapresiasi fasilitas dan kebersihan tempat-tempat peristirahatan yang disinggahinya, Hartono menilai harga makanan oleh-oleh yang dijual di tempat peristirahatan lebih mahal dibanding di luar tol.

Sebelumnya, Direktorat Lalu-Lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat mulai menutup ruas tol Cikopo menuju Palimanan untuk mengantisipasi kepadatan puncak arus balik pada Sabtu malam.

Penutupan ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) itu dimulai pada sejak kilometer 84 sampai kilometer 117 bahkan hingga kilometer 127.

Selain jalur satu arah dari Cikopo, kami juga mengambil kebijakan lawan arus pada kilometer 64 tol Jakarta-Cikampek hingga kilometer 34," kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik.