Jeremy Thomas Duga 'Anak Artis' jadi Motif Penganiayaan

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Senin, 17/07/2017 12:28 WIB
Jeremy Thomas Duga 'Anak Artis' jadi Motif Penganiayaan Dia menduga tindak penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi itu tidak berdasarkan surat perintah atasan dan karena keluarga selebriti. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Artis peran Jeremy Thomas menduga tindak penganiayaan yang dilakukan oleh oknum diduga anggota Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta terhadap putranya, Axel Matthew, tidak berdasarkan surat perintah atasan.

Dia menduga status Axel sebagai putra seorang artis menjadi motif di balik tindakan itu terjadi.

"Motifnya, menurut saya ada oknum yang melihat nama anak saya di sini, nama selebriti, coba aja dengan tanpa surat perintah main babak belur seperti ini," kata Jeremy di Sentra Pelayanan Propam Polri, Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/7).


Jeremy mengatakan dirinya tidak terima dengan tindak penganiayaan yang diduga dialami putranya. Dia menuturkan, Axel adalah aktor film dan sinetron yang tengah meniti karir

Menurut dia tindakan yang dilakukan oleh oknum diduga polisi ini telah menimbulkan trauma dan mengganggu psikologi putranya. Selain dianiaya, oknum diduga polisi itu juga sempat mengejar dan melepaskan tembakan peringatan dengan pistol jenis revolver sebelum menangkap Axel.

"Saya melihat anak ini aset bangsa, bintang film, bintang sinetron, anak yang lagi ganteng-gantengnya dan banyak prospeknya. Tiba-tiba dianiaya secara brutal," ucapnya.

Axel diduga dianiaya oleh delapan orang oknum anggota Satnarkoba Polres Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu (15/7) malam kemarin. Penganiayaan itu disebut disertai dengan penodongan pistol dan pemukulan yang dilakukan di Hotel Kristal, Kemang, Jakarta Selatan.
Atas tindakan itu, Jeremy bersama kuasa hukumnya telah melaporkan ke Polda Metro Jaya pada Sabtu Sabtu (15/7). Jeremy pun kembali membuat laporan terkait dugaan tindak pidana dan pelanggaran profesi oknum anggota polisi itu ke Propam Polri pada hari ini. (asa)