Dimutasi, Irjen Iriawan Berterima Kasih pada Habib Rizieq

Marselinus Gual, CNN Indonesia | Jumat, 21/07/2017 12:07 WIB
Dimutasi, Irjen Iriawan Berterima Kasih pada Habib Rizieq Irjen M Iriawan mengucapkan terima kasih kepada Rizieq Shihab karena telah mendoakannya menduduki jabatan baru di Mabes Polri. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengucapkan terima kasih kepada tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab karena telah mendoakannya mendapatkan jabatan strategis di Mabes Polri.

Iriawan digeser dari posisinya sebagai Kapolda Metro Jaya menjadi asisten Kapolri Bidang Operasi.

"Itu (Rizieq) saudara saya juga. Satu iman sama saya. Terima kasih, mungkin beliau doakan saya. Alhamdulillah, saya diberikan jabatan strategis sama Pak Kapolri," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (21/7).


Mutasi Iriawan tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor KEP/756/VII/2017. Posisi Iriawan akan digantikan oleh Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Irjen Idham Azis.

Keputusan mutasi tersebut diedarkan lewat surat telegram nomor ST/1768/IV/2017 yang salinannya diberikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto kepada wartawan, Kamis (20/7).
Iriawan mengatakan, meskipun pucuk pimpinan Polda Metro Jaya berganti, dia mengatakan penuntasan kasus dugaan percakapan pornografi yang melibatkan Rizieq akan terus dilanjutkan.

"Kita tunggu saja. Saya sudah bilang tunggu beliau kembali. Pasti akan kembali. Enggak mungkin lama di sana," ujarnya.

Dia menepis tudingan yang dialamatkan kepadanya, bahwa dia menggantung kasus Rizieq.
Aksi protes terhadap dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Ahok bertajuk 212.
Aksi protes terhadap dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Ahok bertajuk 212. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kata Iriawan, penuntasan kasus dugaan pornografi itu, menunggu kepulangan imam besar FPI itu dari Arab Saudi. Iriawan berharap Rizieq dapat bekerjasama dan segera pulang untuk menuntaskan kasusnya.
Beberapa waktu lalu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan upaya menjemput Rizieq pulang belum menjadi prioritas saat ini, termasuk mencabut paspor suami Syarifah Fadlun Yahya itu.

Argo menyebut, Polda masih fokus untuk melengkapi berkas Rizieq.

"Belum ada (rencana mencabut Paspor)," kata Argo.

Rizieq kini masih berada di luar negeri sejak April lalu. Ia ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (29/5) karena dinilai melanggar Pasal 4 ayat 1 junto Pasal 29 dan atau Pasal 6 junto Pasal 32 dan atau Pasal 9 junto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.