Bandel, Jemaah Haji Kerap Bawa Lebih 200 Batang Rokok

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Kamis, 27/07/2017 18:27 WIB
Bandel, Jemaah Haji Kerap Bawa Lebih 200 Batang Rokok Ilustrasi. (Nikita2706/Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebiasaan merokok sebagian masyarakat Indonesia tak bisa lepas, bahkan saat bakal menjalani ibadah haji. Bahkan, anggapan harga sebatang rokok yang mungkin mahal di Arab Saudi, atau rasanya berbeda dengan yang biasa dihisap di Indonesia, para calon jemaah haji pun menjadikan rokok sebagai daftar dalam bekalnya.

Misalnya, calon jemaah haji dari DKI Jakarta dan Banten. Kepala Biro Humas Panitia Pelaksanaan Ibadah Haji, Marasakil Daulay mengatakan jemaah haji asal Banten dan DKI Jakarta kerap membawa bekal rokok lebih dari ketentuan atau lebih dari 200 batang.

Dikatakan Marasakil, meskipun sosialisasi saat manasik haji telah gencar dilakukan, tetap saja ada jemaah haji yang membawa rokok dalam jumlah lebih dari yang diperbolehkan.


"Yang dibolehkan kan hanya 200 batang. Kadang-kadang ada yang membawa tiga slop," kata Marasakil kepada CNNIndonesia.com di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (27/7).

Marasakil mengatakan izin membawa rokok hanya boleh hingga 200 batang adalah ketentuan internasional. Tidak hanya Indonesia, setiap jemaah haji dari negara lain pun tidak diperkenankan membawa rokok dengan jumlah di atas 200 batang.

Apabila ada yang membawa rokok di atas jumlah tersebut, Marasakil mengatakan pihaknya tidak akan bersikap lunak. Pihak Asrama Haji akan mengurangi jumlah rokok hingga sesuai dengan ketentuan.

Selain rokok, pihak asrama Haji juga memberi batasan jumlah barang-barang lain yang ingin dibawa jemaah ke tanah suci. Misalnya, cairan yang tidak boleh dibawa lebih dari 100 ml.

Jemaah haji pun tidak diperkenankan membawa senjata tajam dan api, perhiasan, bahan peledak, buah atau benda berbau menyengat dan benda-benda lain yang tidak diperlukan untuk kepentingan ibadah di tanah suci.

Kloter Pertama

Kloter pertama jemaah haji asal Indonesia telah masuk Asrama Haji di Pondok Gede, Jakarta Timur, sejak Kamis (27/7) pagi. Calon-calon jemaah haji yang menginap di asrama itu sebelum diterbangkan lewat bandara Halim Perdana Kusuma adalah yang berasal dari Banten dan DKI Jakarta. Penerbangan kloter pertama haji Indonesia dari bandara Halim akan dilakukan mulai Jumat (28/7).

Marasakil menyampaikan bahwa seluruh jemaah haji kloter pertama telah masuk Asrama Haji atau tidak kurang dari 386 orang. Dari segi berkas serta kondisi kesehatan, Marasakil menyatkaan semuanya sudah siap.

Perihal barang-barang, Marasakil mengatakan tidak ada jemaah yang membawa barang terlarang atau lebih dari ketentuan. Termasuk pula rokok.

Dikatakannya, jemaah haji kloter pertama yang telah masuk asrama membawa rokok sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Hari ini enggak ada [yang membawa berlebih]. Kalau ada ya kita panggil. Akan dikurangi. Sejauh ini aman. Belum ada laporan," ujar Marasakil.