Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, pertikaian antarpara pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Puncak Jaya yang terus terjadi harus segera diakhiri, agar tidak melahirkan trauma di tengah masyarakat.
Menurutnya, elitepolitik dan semua elemen masyarakat Puncak Jaya harus menghormati proses demokrasi. Saat ini, hasil pemungutan suara ulang Pilkada Puncak Jaya masih diproses di Mahkamah Konstitusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melanjutkan, lima orang pejabat utama Polda Papua juga telah meninjau lokasi pertikaian antarpasangan calon pendukung di Distrik Mulia.
"Kepala Biro Operasional, Kepala Bidang Hukum, Direktur Kriminal Umum, Direktur Intelijen dan Keamanan, serta Kepala Satuan Brimob sudah turun ke Puncak Jaya untuk bantu pengamanan di sana," ujar dia.
Pertikaian antar pendukung menyebabkan kegiatan belajar mengajar di Distrik Mulia hari ini lumpuh. Siswa dipulangkan karena situasi keamanan yang tidak kondusif.
Sejak beberapa hari terakhir kondisi keamanan di wilayah tersebut memang mencekam lantaran pendukung calon bupati saling serang.
Seperti dilansir dari Antara, pengajar SD Inpres Mulia, Jitmau mengatakan, siswa dipulangkan pada pukul 09.00 WIB untuk mengantisipasi bentrokan lagi.
“Sejak pagi semua pelajar sudah dipulangkan karena sejak Sabtu (29/7) situasi keamanan di Mulia tidak kondusif," kata Jitmau, Senin (31/7).
Pilkada di Kabupaten Puncak Jaya diikuti tiga pasangan calon yakni Yustus Wonda-Kirenius Telenggen, Hanock Ibo-Rinus Telenggen dan Yuni Wonda-Deinas Geley.