Polda Papua Imbau Elite Politik Jaga Kondusifitas Puncak Jaya

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Senin, 31/07/2017 19:07 WIB
Polda Papua Imbau Elite Politik Jaga Kondusifitas Puncak Jaya Pendukung paslon Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya memegang panah saat bertikai dengan pendukung paslon lain di Distrik Mulia, Minggu (2/7). (Antara Foto/Indrayadi TH)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah Papua mengimbau seluruh elite politik yang bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Puncak Jaya 2017 mewujudkan situasi keamanan yang kondusif.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, pertikaian antarpara pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Puncak Jaya yang terus terjadi harus segera diakhiri, agar tidak melahirkan trauma di tengah masyarakat.

Menurutnya, elitepolitik dan semua elemen masyarakat Puncak Jaya harus menghormati proses demokrasi. Saat ini, hasil pemungutan suara ulang Pilkada Puncak Jaya masih diproses di Mahkamah Konstitusi.
"Luka ini tidak bisa sembuh total, ini menimbulkan konflik. Karena itu, hindari konflik dan hormati demokrasi yang sudah dilaksanakan, keputusan Mahkamah Konstitusi hormati dan laksanakan," kata Kamal saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Senin (31/7).


Menurutnya, insiden pertikaian yang terjadi Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata sejak Sabtu (29/7). Pihaknya pun telah meminta keterangan tiga orang saksi perihal insiden tersebut.

Dia melanjutkan, lima orang pejabat utama Polda Papua juga telah meninjau lokasi pertikaian antarpasangan calon pendukung di Distrik Mulia.

Menurut Kamal, langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut pertikaian antarpara pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Puncak Jaya.

"Kepala Biro Operasional, Kepala Bidang Hukum, Direktur Kriminal Umum, Direktur Intelijen dan Keamanan, serta Kepala Satuan Brimob sudah turun ke Puncak Jaya untuk bantu pengamanan di sana," ujar dia.
Kamal menuturkan, situasi dan kondisi di Distrik Mulia saat ini telah kembali kondusif. Dia berharap, pertikaian antarpendukungan pasangan calon tidak terjadi kembali.

Pertikaian antar pendukung menyebabkan kegiatan belajar mengajar di Distrik Mulia hari ini lumpuh. Siswa dipulangkan karena situasi keamanan yang tidak kondusif.

Sejak beberapa hari terakhir kondisi keamanan di wilayah tersebut memang mencekam lantaran pendukung calon bupati saling serang.

Seperti dilansir dari Antara, pengajar SD Inpres Mulia, Jitmau mengatakan, siswa dipulangkan pada pukul 09.00 WIB untuk mengantisipasi bentrokan lagi.

“Sejak pagi semua pelajar sudah dipulangkan karena sejak Sabtu (29/7) situasi keamanan di Mulia tidak kondusif," kata Jitmau, Senin (31/7).
Pertikaian antar para pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati sudah berlangsung sejak Sabtu (29/7) mengakibatkan 12 orang luka luka, satu meninggal dan 16 rumah dibakar.

Pilkada di Kabupaten Puncak Jaya diikuti tiga pasangan calon yakni Yustus Wonda-Kirenius Telenggen, Hanock Ibo-Rinus Telenggen dan Yuni Wonda-Deinas Geley.