Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, kewenangan penyelidikan kematian Johannes ada di tangan otoritas Amerika Serikat yakni Federal Bureau of Investigation atau FBI.
Terlebih, dia melanjutkan, instansi yang berkaitan dengan Johanes di Indonesia adalah KPK, bukan Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Johannes) yang bersangkutan atau yang meninggal terkait kasus di KPK, kecuali dari otoritas atau FBI minta bantuan, baru kami akan bantu. Kami hanya dapat informasi dari media dan FBI, tapi tidak ada permintaan bantuan," tutur Setyo.
"Dari info yang diterima Kedutaan Besar RI di Washington DC yang didapat dari otoritas AS, jenazah yang ditemukan meninggal adalah Johannes Marliem," kata Juru Bicara Arrmanatha Nasir melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (14/8).
Meski begitu, dia tak menjelaskan lebih detail perihal keberadaan jasad pemilik firma marketing Marliem Consulting yang berbasis di Minneapollis, Minnesota itu.
Arrmanatha juga belum bisa menjelaskan penyebab kematian Johannes. Dia menuturkan Kemlu melalui KBRI masih menunggu penyelidikan otoritas Amerika Serikat.
Johannes Marlim adalah pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system (AFIS) ke konsorsium penggarap proyek e-KTP.
Penyidik KPK bahkan terbang ke Amerika untuk menemui Johannes Marliem.