Dalam sambutannya, Djarot mengingatkan warga untuk senantiasa mengingat sejarah kebangsaan.
"Napak tilas ini memberi spirit ke kita semua. Kemerdekaan didapat oleh bangsa kita tidak gratisan, tidak turun dari langit begitu saja, tetapi melalui satu proses yang sangat panjang, membutuhkan semangat, perjuangan, tetesan darah, dan air mata," kata Djarot, Rabu (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama, Djarot juga menyindir budaya saling olok, mengujarkan kebencian, dan budaya korupsi yang belakangan banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Padahal, dikatakan Djarot, banyak prestasi masyarakat Indonesia yang kerap terlupakan dan tidak diapresiasi.
Saat ini bangunan ini dijadikan salah satu museum di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Di sini bisa dilihat jejak perjuangan kemerdekaan berupa koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Di antaranya adalah mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama dan Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini.